ingin mencari Jodoh?

Cari Jodoh & Pasangan

id.88db.com › Kencan & Persahabatan
Kencan & Persahabatan - Cari Pacar & Cewek : Mencari Pacar - Butuh Cewek & Cowok | 88DB Indonesia.

Minggu, 26 Desember 2010

http://www.psikologizone.com

Faktor Mempengaruhi Perubahan Kepribadian PDF Print E-mail

By Muhammad Baitul Alim

Faktor yang mempengaruhi perubahan dan dinamika kepribadian seseorang di pengaruhi oleh banyak faktor. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya mengenai pengertian dari kepribadian di artikel sebelumnya (klik disini untuk membacanya), maka, meskipun mengalami perubahan, kepribadian merupakan karakteristik yang relatif stabil.

Perubahan dalam kepribadian tidak bisa terjadi secara spontan, tetapi merupakan hasil pengamatan, pengalaman, tekanan dari lingkungan sosial budaya, rentang usia dan faktor-faktor dari individu:

Pengalaman Awal
Sigmund Freud menekankan tentang pentingnya pengalaman awal (masa kanak kanak) dalam perkembangan kepribadian. Trauma kelahiran, pemisahan dari ibu adalah pengalaman yang sulit dihapus dari ingatan.

Pengaruh Budaya
Dalam menerima budaya anak mengalami tekanan untuk mengembangkan pola kepribadian yang sesuai dengan standar yang ditentukan budayanya.

Kondisi Fisik
Kondisi fisik berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kepribadian seseorang. Kondisi tubuh meentukan apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak dapat dilakukan seseorang. Secara tidak langsung seseorang akan merasakan tentang tubuhnya yang juga dipengaruhi oleh perasaan orang lain terhadap tubuhnya. Kondisi fisik yang mempengaruhi kepribadian antara lain adalah kelelahan, malnutrisi, gangguan fisik, penyakit menahun, dan gangguan kelenjar endokrin ke kelenjar tiroid (membuat gelisah, pemarah, hiperaktif, depresi, tidak puas, curiga, dan sebagainya).

Daya Tarik
Orang yang dinilai oleh lingkungannya menarik biasanya memiliki lebih banyak karakteristik kepribadian yang diinginkan dari pada orang yang dinilai kurang menarik, dan bagi mereka yang memiliki karakteristik menarik akan memperkuat sikap sosial yang menguntungkan.

Inteligensi
Perhatian lebih terhadap anak yang pandai dapat menjadikan ia sombong, dan anak yang kurang pandai merasa bodoh. Apabila berdekatan dengan orang yang pandai tersebut, dan tidak jarang memberikan perlakuan yang kurang baik.

Emosi
Ledakan emosional tanpa sebab yang tinggi dinali sebagai orang yang tidak matang. Penekanan ekspresi emosional membuat seseorang murung dan cenderung kasar, tidak mau bekerja sama dan sibuk sendiri.

Nama
Walaupun hanya sekedar nama, tetapi memiliki sedikit pengaruh terhadap konsep diri, namun pengaruh itu hanya terasa apabila anak menyadari bagaimana nama itu mempengaruhi orang yang berarti dalam hidupnya. Nama yang dipakai memanggil ,mereka (karena nama itu mempunyai asosiasi yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam pikiran orang lain) akan mewarnai penilainya orang terhadap dirinya.

Keberhasilan dan Kegagalan
Keberhasilan dan kegagalan akan mempengaruhi konsep diri, kegagalan dapat merusak konsep diri, sedangkan keberhasilan akan menunjang konsep diri itu.

Penerimaan Sosial
Anak yang diterima dalam kelompok sosialnya dapat mengembangkan rasa percaya diri dan kepandaiannya. Sebaliknya anak yang tidak diterima dalam lingkungan sosialnya akan membenci orang lain, cemberut, dan mudah tersinggung.

Pengaruh Keluarga
Pengaruh keluarga sangat mempengaruhi kepribadian anak, sebab waktu terbanyak anak adalah keluarga dan di dalam keluarga itulah diletakkan sendi sendi dasar kepribadian.

Perubahan Fisik
Perubahan kepribadian dapat disebabkan oleh adanya perubahan kematangan fisik yang mengarah kepada perbaikan kepribadian. Akan tetapi, perubahan fisik yang mengarah pada klimakterium dengan meningkatnya usia dianggap sebagai suatu kemunduran menuju ke arah yang lebih buruk.

Sebenarnya masih banyak lagi hal hal yang mempengaruhi kepribadian, tetapi tidak dapat seluruhnya disampaikan di sini mengingat keterbatasan keterbatasan yang ada.

Daftar pustaka
Jaali, H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Disalin dari : http://www.psikologizone.com

Copyright©2009 e-smartschool.co.id - Powered by Joomla!
Tampilan terbaik menggunakan resolusi 1024 x 768 Pixels

Kamis, 23 Desember 2010

Pentingnya Malam Keluarga

Keluarga hari ini adalah hal yang paling penting. Mempunyai waktu dimalam hari bersama. Keluarga adalah ketika sebuah keluarga datang bersama untuk bermain game dan bersenang-senang di malam tertentu. Hal ini dapat diatur mingguan, dua mingguan, bahkan bulanan tergantung pada jadwal keluarga. Semakin sering terjadi malam keluarga yang lebih baik bagi semua orang. Biasanya malam keluarga melibatkan permainan yang cocok untuk segala usia. Keluarga berkumpul dan bermain game bersama-sama. Ponsel, teman-teman, komputer, dan barang-barang mengganggu lainnya tidak diperkenankan selama waktu keluarga. Ide terbaik adalah mematikannya, ini termasuk televisi. Kue dapat ditawarkan dan lingkungan harus nyaman dan ramah.

Ada banyak permainan untuk mendapatkan malam keluarga Anda lancar. Pilih permainan yang sangat populer dan bagus untuk segala usia. Puzzle dan Monopoli, adalah pilihan yang baik bagi keluarga yang lebih besar. Permainan bagus lain untuk keluarga besar menang kalah atau menggambar, teka-teki, dan permainan tim lain seperti menangkap frase. Menawarkan kesempatan ini untuk mengembangkan kerja tim diantara anggota keluarga. Tidak semua permainan harus fisik. Sistem permainan video tidak menawarkan alternatif bagi keluarga untuk bersenang-senang bersama. Sekarang Anda bisa pergi bowling dan tetap nyaman dirumah Anda sendiri, serta banyak pilihan menarik lainnya.

Pentingnya Malam Keluarga adalah penting karena memungkinkan anggota keluarga untuk menyatukan kembali dan bersenang-senang satu sama lain. Kadang-kadang anggota keluarga bisa diabaikan dalam hiruk-pikuknya kehidupan sehari-hari. Malam keluarga merupakan kesempatan untuk mengejar apa yang setiap orang lakukan. Anda dapat tertawa bersama dan memberikan rasa cinta dan keamanan yang dapat terjawab. Malam Keluarga juga menawarkan kesempatan bagi anak-anak untuk membuka dan membahas kejadian atau topik yang mungkin tidak nyaman bagi mereka.

Dengan malam keluarga anak-anak dan orang dewasa menunjukkan bahwa mereka sama-sama peduli satu sama lain dan bersedia untuk mengambil waktu dari jadwal mereka untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Banyak kali bersenang-senang dan bermain bersama adalah tugas biasa yang harus kita lakukan. Jadi 1 malam, letakkan telepon, matikan TV, melupakan piring, dan hanya menikmati malam bersama keluarga Anda. Menetapkan malam keluarga untuk lebih menghargai dan mengeratkan hubungan. Anda akan merasa bahagia dan senang bahwa Anda telah melakukannya.

Anda dapat melihat yang artikel lainnya di:
TDW Club - Pentingnya Malam Keluarga


Pengumuman
Dalam rangka menjadi forum dunia, beberapa forum dan fitur ii akan disesuaikan konsep dan namanya agar menjadi lebih international, tetapi sebisa mungkin tetap ada unsur Indonesianya, karena ii dikelola oleh orang Indonesia. Ini mungkin belum pernah ada, mungkin seperti olimpiade atau world cup yang diselenggarakan di Indonesia, agar Indonesia lebih dikenal dunia international dalam hal prestasi positif, Indonesia menjadi tuan rumahnya. Member dapat memberikan saran dan membaca pengumuman selengkapnya di Forum Announcements

Masih Baru di indonesiaindonesia.com? Tutorial Advanced


Languages translations supported by vBET 3.3.6
Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
SEO by vBSEO 3.5.2

indonesiaindonesia.com bertujuan mempertemukan dan menyatukan semua orang indonesia dalam satu tempat, dalam satu waktu
menyambung silsilah setiap orang indonesia, sekaligus menjadi sumber informasi berbahasa indonesia terbesar di internet dalam forum
TDW Club - Pentingnya Malam Keluarga
LinkBack
LinkBack URL LinkBack URL
About LinkBacks About LinkBacks

Minggu, 12 Desember 2010

IndonesiaJenius.com

TIPS: 10 Cara Memuji Anak dengan Tepat

Written by Admin Kamis, 25 November 2010 08:18

PDF Print E-mail
1diggdigg

INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di IndonesiaPujian adalah hal yang penting dalam hidup kita. Namun, seberapa banyak pujian yang cukup untuk diberikan kepada anak? New York Magazine melaporkan bahwa banyak anak berbakat yang mendapatkan skor tertinggi dalam tes menganggap remeh hasilnya karena mereka tak terbiasa menerima pujian.

Para murid berbakat ini sering kali merasa tidak percaya diri untuk menghadapi masalah besar kecuali mereka tahu bahwa mereka mampu memecahkannya.

Serupa, laporan dari Brookings Institutions's Brown Center menunjukkan bahwa negara yang memuji muridnya dalam mata pelajaran Matematika ternyata nilainya di belakang negara-negara yang pengajarnya tidak memuji muridnya. Studi menunjukkan bahwa murid yang tidak memiliki kebiasaan untuk memuji justru nilainya lebih tinggi ketimbang anak-anak yang berada di negara yang menjunjung pujian.

Banyak orang tua yang belum memahami pentingnya memberikan pujian kepada anak dengan cara, tempat, dan waktu yang tepat. Orang tua sering memberikan pujian yang sifatnya hanya terdengar menyenangkan anak saja tanpa alasan atau justifikasi yang jelas. Atau sebaliknya hanya memberikan pujian jika anak menjadi juara pertama dalam suatu kompetisi yang diikutinya. Usaha-usaha tersebut pada akhirnya tidak akan membantu perkembangan anak yang optimal.

Orang tua mungkin harus setuju dengan pendapat para ahli psikologi dan pendidikan anak yang menekankan pentingnya memberikan pujian bagi anak dengan tepat. Karena usaha tersebut akan sangat membantu dalam hal mengembangkan rasa penghargaan anak terhadap diri sendiri, memotivasi anak untuk selalu berusaha lebih baik lagi, juga mengembangkan perilaku positif anak. Sebaliknya memberikan pujian dengan cara yang kurang tepat akan menurunkan penghargaan anak terhadap diri sendiri atau membuat mereka menjadi tergantung terhadap pujian, dan menurunkan motivasi anak.

Menurut Elizabeth Hartkey-Brewer dalam Raising and Praising Boys (2005), memberikan pujian kepada anak sebaiknya merupakan bagian penting dalam pola asuh. Karena memberikan pujian merupakan dasar penting dalam usaha orang tua mengembangkan anak sehingga mereka menjadi individu yang menghargai diri sendiri. Selain itu, juga mendorong anak bermotivasi tinggi, dan selalu melakukan hal terbaik dalam hidupnya baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya,

Menurut Michael Grose, parenting educator, dalam memberikan pujian orang tua harus fokus dalam hasil pencapaian akhir yang telah dilakukan anak dan pujilah anak dengan cara efektif. Riset jangka panjang yang telah dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara memberikan pujian secara tepat dengan penghargaan diri anak yang tinggi (high self-esteem).

Goleman juga mengatakan bahwa 90 persen keberhasilan kinerja seseorang ditentukan Emotional Inteligence (EI) dalam hal ini adalah kemampuan untuk bekerjasama dan membina hubungan baik dan empat persen ditentukan oleh kemampuan teknis atau akademis. Disamping itu Gardner juga mengatakan bahwa kebanyakan orang dengan IQ 160 bekerja untuk orang dengan IQ 100. Hal yang perlu dicermati dan diambil maknanya dalam hal ini adalah bahwa kemampuan bekerjasama dan membina hubungan lebih menentukan keberhasilan seseorang kelak dibandingkan dengan hal yang berkaitan dengan kepandaian intelektualnya. Peranan orang tua dan lingkungan keluarga merupakan faktor penting yang menentukan kemampuan anak untuk bekerja sama untuk keberhasilannya kelak.

PERTANYAANNYA,
BAGAIMANA CARA AGAR PUJIAN DIBERIKAN DENGAN CUKUP?

Di suatu titik, anak Anda akan menjadi sangat tidak kooperatif dan frustrasi dengan sekolah dan pekerjaan rumahnya. Di waktu-waktu seperti itu, pujian yang cukup dan pemahaman tujuan akhir yang tepat bisa meminimalkan kekhawatiran anak dan membantunya kembali ke jalur yang benar. Berikut adalah beberapa tips untuk menciptakan pujian yang positif untuk anak :

10 CARA PENTING MEMBERIKAN PUJIAN YANG TEPAT KEPADA ANAK:

1. PUJI ANAK DENGAN CARA REALISTIS

Berikan pujian pada anak yang menekankan sisi positif atau perilaku positif yang menjadi kekuatan anak. Beri pula masukan pada anak tentang hal yang sebaiknya mereka perbaiki. Pujian secara realistis, misalnya :
a) ”Wah gambar langit kamu sangat indah karena kombinasi warnanya sangat bagus!” (Benar)
b) “Gambar kamu sangat bagus Nak!” (Salah)
Anak yang diberi pujian pertama akan belajar untuk selalu melakukan hal yang lebih baik lagi dibanding pujian kedua.

2. FOKUSKAN PUJIAN PADA BAKAT ATAU MINAT YANG DISUKAI ANAK

Jika anak menyukai balet, menari, menyanyi, berenang atau bermain bola, pujilah setiap pencapaian yang telah diperolehnya. Hal ini akan mempengaruhi usaha anak untuk lebih lagi pada bidang-bidang lainnya. Pujian yang tepat akan membantu pengembangan sisi emosi positif anak. Puji anak dengan cara efektif. Hal ini merupakan gabungan ketiga hal:

a) Tunjukkan persetujuan Anda.
Gunakan kata-kata dan tindakan yang menunjukkan bahwa Anda puas dengan pencapaian anak, seperti dengan mengacungkan jempol dan memeluk anak.
b) Berikan dengan cara positif.
Memberikan pengertian kepada anak mengapa dia berhak untuk mendapatkan pujian. Pujilah anak dengan singkat dan langsung. Misalnya :”Terima kasih Nak, kamu telah membereskan tempat tidur tadi pagi”.
c) Berikan alasan.
Memberikan pujian dengan menghubungkan perilaku anak dengan hasil akhir atau konsekuensi. Misalnya “Nak, dengan membereskan tempat tidur tadi pagi, kamu telah membantu Bunda dapat datang tepat waktu di kantor.“

3. PUJILAH USAHA ANAK

Yang terpenting tidak hanya memberikan pujian ketika anak memperoleh hasil terbaik. Tapi, puji anak untuk setiap perkembangan dan usaha baik yang mereka lakukan.

4. JANGAN PERNAH MEMBANDINGKAN ANAK

Jika hal ini dilakukan akan membuat anak menjadi demotivasi dan bisa menurunkan penghargaan anak terhadap dirinya sendiri. Anak merasa tak dihargai atau dicintai. Pastikan anak melakukan sesuatu karena dia menyukainya, bukan karena ingin mengalahkan temannya. Atau ingin menunjukkan bahwa dia lebih pintar dari teman atau saudara sekandungnya.

5. MEMBUAT KESALAHAN BAGIAN DARI PROSES BELAJAR

Pastikan bahwa Anda memahami perasaan kecewanya dan tekankan bahwa kegagalan tersebut merupakan bagian dari proses belajar. Yang terpenting anak telah melakukannya dengan baik. Berikan contoh atau pengalaman orang-orang terkenal yang melakukan segalanya dari bawah dan gigih dalam menggapai apa yang dinginkannya.

6. DASARKAN PUJIAN PADA KEBERHASILAN YANG SEBENARNYA & SIFATNYA SPESIFIK

Mengatakan bahwa si anak adalah orang yang pandai tak akan mengajarnya apa yang telah ia lakukan adalah hal yang benar. Berikan pujian yang sesuai dengan tugas yang terselesaikan. Contoh, Anda bisa berkata, "Kamu melakukan pekerjaan yang bagus dengan menjawab soal yang sulit seperti ini."

7. PUJIAN UNTUK UPAYA KERAS

Secara alamiah, orang tua akan berharap anaknya bisa mengeluarkan dan melatih upaya terbaiknya. Saat si anak sudah bekerja sangat keras menyelesaikan tugas atau menjawab pertanyaan, berikan pujian untuk setiap level yang berhasil ia capai. Jika hasil upaya kerasnya mencapai angka yang biasa, berikan pujian jika Anda tahu bahwa si kecil sudah berupaya melakukan usaha yang sangat keras.

8. TUNJUKKAN KETERTARIKAN ANDA AKAN STUDI SI KECIL

Menerima kritik dan mempertahankan prestasinya adalah hal yang menantang untuk anak. Namun, menunjukkan ketertarikan serta dukungan di setiap waktu akan menawarkan kenyamanan bagi si anak. Tanyakan mengenai pelajaran di sekolahnya, dan minta ia untuk "mengajarkan" pada Anda. Ini adalah cara yang baik untuk mendorong kepercayaan diri anak dalam memahami materi pembelajaran sambil membantu mereka untuk terus berusaha.

9. JANGAN MEMBANDINGKAN KEMAJUAN ANAK LAIN DENGAN ANAK ANDA

Pastikan bahwa Anda tidak membandingkan kemajuan si kecil dengan saudara atau temannya. Belajar bukanlah mengenai mengukur kemampuan satu anak dengan anak lainnya, melainkan memperhatikan perkembangan anak secara individual.

10. KETULUSAN

Anak-anak adalah makhluk yang intuitif. Mereka bisa melihat arti dan maksud di balik sebuah pujian. Jika Anda memujinya hanya sepintas lalu atau tidak tulus, hal itu tak hanya menghapus pujian yang pernah Anda beri di waktu-waktu sebelumnya dan bahkan mengganggu pujian tulus di masa depan.

Bahwa Anda, orangtuanya, memperhatikan dan mendorong kemajuan dirinya, serta bangga akan dirinya, itu adalah hal yang vital untuk membangun kepercayaan diri, memotivasi, dan membantu kemandirian anak. Anak perlu tahu bahwa Anda ada di pihaknya dengan pujian yang adil untuk mendorong kepercayaan dirinya sekaligus memotivasi mereka untuk mencapai prestasi dan belajar lebih lagi karena mereka percaya pada kemampuan dirinya sendiri.

Sumber:
• Ibudanbalita.com
• kompas.com

Aktivasi Otak Tengah Indonesia Jenius terbaik di Indonesia pendidikan anak brainwave untuk pelatihan otak kanan kiri menjadi cerdas

Add this page to your favorite Social Bookmarking websites

Copyright © 2010 INDONESIA JENIUS - IndonesiaJenius.com - Training Aktivasi Otak Tengah Terbaik di Indonesia - Jalan Tol Menuju Jenius - Sekolah Anak Jenius Indonesia. All Rights Reserved.