ingin mencari Jodoh?

Cari Jodoh & Pasangan

id.88db.com › Kencan & Persahabatan
Kencan & Persahabatan - Cari Pacar & Cewek : Mencari Pacar - Butuh Cewek & Cowok | 88DB Indonesia.

Minggu, 27 Februari 2011

seks itu sehat

7 alasan kenapa seks itu sehat
oleh: Arsy Pengarang : John Davenport

* Summary rating: 3 stars (139 Tinjauan)
* Kunjungan : 7390
* kata:600
*

More About : seks itu sehat

Kita semua mencari cara untuk menjadi lebih sehat, kita mengambil suplemen, pergi ke tempat latihan, membaca majalah, ketika semua yang sempurna, sementara alam dan menyenangkan cara untuk menurunkan berat badan dan menjadi sehat adalah hanya berhubungan seks.

Ya, kehidupan seks yang sehat tidak hanya baik untuk Anda tetapi untuk hubungan kesehatan Anda juga. Bahkan, seksual intercouse memiliki banyak manfaat kesehatan.

Berikut ini hanya beberapa:

1. Aktivitas seksual adalah latihan - Bahkan, having sex 3 kali seminggu dapat membantu Anda kehilangan sekitar 7.500 kalori dalam satu tahun yang sama dengan berjalan 75 mil! Kita semua tahu bahwa ini adalah jarak jauh berjalan. Sex adalah jauh lebih menyenangkan pilihan.

2. Mengurangi stres - Seks merupakan cara untuk mengurangi stres. Hal ini juga diketahui bahwa stres dapat memiliki akibat serius kesehatan, yang paling adalah bahwa yang dapat mengakibatkan peningkatan dalam berat, khususnya di sekitar midsection.

3. Manfaat Hormonal - Regular lovemaking dapat meningkatkan tingkat hormonal yang dapat membantu perempuan dalam menangani beberapa efek mati haid. Selain itu, seks adalah latihan untuk bagian pribadi kita.

4. Lebih baik tidur - Seks yang sehat karena membantu kita tidur lebih baik. Sejak tidur merupakan kebutuhan dasar kesehatan yang baik, jenis kelamin dapat membantu Anda menjadi sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

5. Seks mengurangi rasa sakit - Bila kita berhubungan seks endorphin level bangkit dan oxytocinis hormon yang diproduksi dalam jumlah besar. Hal ini dapat membantu meringankan penderitaan. Jadi, pada saat Anda berkata, tidak malam ini, saya pusing, you're robbing sendiri sebenarnya dari solusi untuk Anda sakit.

6. Seks nada yang otot - Karena fisik aktif selama seks, namun ketat mungkin, jimak tidak membantu meningkatkan otot nada dan bahkan memperkuat tulang Anda.

7. Seks kami tetap muda - Studi menunjukkan bahwa seks yang teratur dapat membantu untuk membuat tampilan muda dan meningkatkan sistem kekebalan Anda.

Jadi, jenis kelamin tidak hanya untuk menyenangkan, itu juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan menjadi sehat.
Diterbitkan di: Juli 28, 2009 Diperbarui: Oktober 05, 2010
Mohon Resensi ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

More About : seks itu sehat

Lebih lanjut tentang: 7 alasan kenapa seks itu sehat

7 alasan kenapa seks itu sehat

oleh: Arsy Pengarang : John Davenport

* Summary rating: 3 stars (139 Tinjauan)
* Kunjungan : 7389
* kata:600
*

More About : seks itu sehat

Kita semua mencari cara untuk menjadi lebih sehat, kita mengambil suplemen, pergi ke tempat latihan, membaca majalah, ketika semua yang sempurna, sementara alam dan menyenangkan cara untuk menurunkan berat badan dan menjadi sehat adalah hanya berhubungan seks.

Ya, kehidupan seks yang sehat tidak hanya baik untuk Anda tetapi untuk hubungan kesehatan Anda juga. Bahkan, seksual intercouse memiliki banyak manfaat kesehatan.

Berikut ini hanya beberapa:

1. Aktivitas seksual adalah latihan - Bahkan, having sex 3 kali seminggu dapat membantu Anda kehilangan sekitar 7.500 kalori dalam satu tahun yang sama dengan berjalan 75 mil! Kita semua tahu bahwa ini adalah jarak jauh berjalan. Sex adalah jauh lebih menyenangkan pilihan.

2. Mengurangi stres - Seks merupakan cara untuk mengurangi stres. Hal ini juga diketahui bahwa stres dapat memiliki akibat serius kesehatan, yang paling adalah bahwa yang dapat mengakibatkan peningkatan dalam berat, khususnya di sekitar midsection.

3. Manfaat Hormonal - Regular lovemaking dapat meningkatkan tingkat hormonal yang dapat membantu perempuan dalam menangani beberapa efek mati haid. Selain itu, seks adalah latihan untuk bagian pribadi kita.

4. Lebih baik tidur - Seks yang sehat karena membantu kita tidur lebih baik. Sejak tidur merupakan kebutuhan dasar kesehatan yang baik, jenis kelamin dapat membantu Anda menjadi sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

5. Seks mengurangi rasa sakit - Bila kita berhubungan seks endorphin level bangkit dan oxytocinis hormon yang diproduksi dalam jumlah besar. Hal ini dapat membantu meringankan penderitaan. Jadi, pada saat Anda berkata, tidak malam ini, saya pusing, you're robbing sendiri sebenarnya dari solusi untuk Anda sakit.

6. Seks nada yang otot - Karena fisik aktif selama seks, namun ketat mungkin, jimak tidak membantu meningkatkan otot nada dan bahkan memperkuat tulang Anda.

7. Seks kami tetap muda - Studi menunjukkan bahwa seks yang teratur dapat membantu untuk membuat tampilan muda dan meningkatkan sistem kekebalan Anda.

Jadi, jenis kelamin tidak hanya untuk menyenangkan, itu juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan dan menjadi sehat.
Diterbitkan di: Juli 28, 2009 Diperbarui: Oktober 05, 2010

Lebih lanjut tentang: 7 alasan kenapa seks itu sehat

Kamis, 24 Februari 2011

Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga

Tips, Manual & 'How-to' Artikel (GRATIS) dari Anne Ahira untuk Indonesia...
MENU TOPIK
Komunikasi
Filsafat
Ilmu Sastra
Ekonomi

Pentingnya Komunikasi dalam Keluarga
Oleh: AnneAhira.com Content Team

( 1 ) | Jumlah komentar: 0
SHARE : Facebook Twitter Blogger Wordpress
Artikel Terkait

* Pentingnya Komunikasi
* Pengaruh Faktor Komunikasi dalam Keluarga
* Komunikasi Khalayak, Perubahan Media Massa, dan Teori Lama
* Model Komunikasi Sirkular

Komunikasi merupakan salah satu cara makhluk hidup berinteraksi satu sama lain. Sulit dibayangkan bila antara makhluk yang satu dengan yang lain tidak terjalin komunikasi, mungkin dunia ini akan sepi. Manusia adalah makhluk sosial yang tentunya sangat membutuhkan komunikasi. Tidak ada komunikasi, berarti tidak ada kehidupan. Tidak ada kehidupan, berarti mati. Salah satu bentuk komunikasi adalah komunikasi dalam keluarga.

Seberapa Pentingkah Komunikasi dalam Keluarga?

Komunikasi yang memiliki skala paling kecil, namun berdampak besar, adalah komunikasi dalam keluarga. Keluarga, terdiri atas ayah, ibu, anak, dan mungkin kakek atau nenek, adalah satu kesatuan yang tinggal dalam satu rumah dan memiliki visi dan misi bersama. Keluarga tidak jauh beda dengan organisasi, setiap anggota keluarga memiliki peran yang sangat penting.

Untuk menyelaraskan tugas-tugas antaranggota keluarga tersebut, diperlukan komunikasi antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi bila antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain tidak pernah terjalin komunikasi? Betapa tidak nyamannya hidup di antara keluarga yang datar seperti itu.

Komunikasi dalam keluarga memiliki peran yang sangat penting. Komunikasi mempengaruhi keharmonisan keluarga. Coba lihat keluarga yang harmonis dan antara satu dengan yang lainnya akrab, sudah pasti memiliki komunikasi yang lancar. Sebaliknya, ada pula keluarga yang selalu terlihat tegang atau kurang harmonis dan setelah diteliti ternyata di antara mereka tidak terjalin komunikasi yang baik.

Pengaruh Komunikasi dalam Keluarga

Kenakalan remaja dan perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh anggota keluarga juga tidak lain adalah pengaruh komunikasi dalam keluarga. Ada seorang anak yang suka melakukan tindakan anarkis, setelah diselidiki ternyata yang ia inginkan hanyalah kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Selama ini, anak tersebut tidak pernah merasakan kehangatan komunikasi dalam keluarga sehingga untuk membuat kedua orang tuanya perhatian, dia berbuat anarkis. Sungguh memilukan. Ada juga kasus lain, seorang istri tega berselingkuh dengan teman kerjanya. Setelah diteliti, ternyata komunikasi dalam keluarganya sangat buruk.

Dia memiliki suami yang tidak perhatian dan anak-anak yang tidak menurut. Itu sebabnya, untuk mengalihkan pikirannya dari berbagai masalah tersebut, dia memilih selingkuh. Bayangkan, begitu besarnya pengaruh komunikasi terhadap keharmonisan keluarga. Karena komunikasi, keluarga bisa hancur. Karena komunikasi pula, keluarga bisa harmonis. Semuanya hanya karena masalah komunikasi.

Oleh sebab itu, mulai saat ini kita harus selalu menjaga komunikasi dalam keluarga. Sudahkah kita melakukannya?
Berikan rating untuk artikel di atas :
1
2
3
4
5

SHARE : Facebook Twitter Blogger Wordpress
Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog dengan catatan :

1. Anda harus mencantumkan sumber tulisan dengan link aktif menuju www.AnneAhira.com
2. Anda tidak mengubah baik sebagian atau pun keseluruhan tulisan TERMASUK SEMUA LINK YANG ADA DI DALAM ARTIKEL harus tetap ada dan aktif.

Nama "Anne Ahira" dilindungi oleh Direktorat Jendral HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) Republik Indonesia No.Agenda J00-2007027969

Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online
Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA

www.kampung-media.com

Saya Tidak Butuh Materi Tapi Perhatian dan Kasih Sayang
Artikel Kampung - Artikel
Sunday, 06 February 2011 12:09
KM Ceria Lobar: Sebagian orang tua menganggap bahwa kebahagian anak terletak pada kelengkapan materi yang mereka berikan, akan tetapi hal tersebut tidaklah cukup, yang paling mendasar yang di butuhkan oleh anak sebenarnya adalah kasih sayang dan perhatian. Inilah yang selama ini di rasakan oleh Fahrul, orang tuanya salalu menganggap bahwa dengan memberikan materi yang cukup anaknya akan merasa hidup dengan sempurna namun nyatanya tidak.Fahrul adalah seorang anak yang lahir di Desa Kuranji dan terlahir dari pasangan suami istri bernama Ibu Atun dan Bapak Rozaki. Dulu semenjak Fahrul lahir, Fahrul membawa kebahagian tersendiri bagi kedua orang tuanya, dan kehadiranya semakin menambah keharmonisan hubungan orang tuanya, namun seiring waktu berjalan kehidupan ekonomi kedua orang tunya semakin terpuruk, dan mengancam keutuhan keluarganya. Akhirnya Ibu Atun memutuskan untuk mencari nafkah ke Saudi Arabia, sehingga Fahrul kecilpun terpaksa di tinggal ketika masih menyusu, mulanya Bapak Rozaki tidak mengizinkan sang Istri pergi merantau, namun karna keadaan ekonomi keluarga yang semakin memburuk mengakibatkan ia harus merelakan Istrinya pergi. Selama di tinggal sang Ibu, hanya ada Bapak yang selalu mengurusnya, keadaan Fahrul kecilpun semakin memprihatinkan, sebab untuk sementara waktu ia harus tumbuh tanpa kasih sayang ibu, melihat keadaan anaknya Bapak Rozaki merasa begitu sedih, bahkan untuk membelikan susu formula untuk anaknya Bapak Rozaki tidak mampu, dengan berat hati Bapak Bozaki terpaksa memberikan air nasi yang tengah mendidih dengan di dinginkan terlebuh dahulu, sebagai pengganti susu. Setelah 3 bulan di rantauan Ibu Atunpun mengirimkan uang untuk keperluan hidup Suami dan anaknya, dengan uang itu Bapak Rozaki mampu membelikan anaknya susu.Semenjak berumur 2 tahun, prilaku Bapak Rozaki perlahan mulai berubah ia jarang memperhatikan anaknya, sampai akhirnya Fahrul mulai merasakan perlakuan kasar dari Bapaknya, ia kerap kali di pukul dan di bentak-bentak, Fahrul hanya bisa menangis. Jika Fahrul mampu melawan mungkin sudah ia lakukan namun apa daya tubuh mungilnya tidak mampu menahan pukulan yang bertubi - tubi dari Bapaknya, karena mendapatkan perlakuan yang kurang sempurna dari kedua orang tuanya Fahrulpun tumbuh menjadi seorang anak yang bisa di katakan melikiki prilaku aneh, jarang berbicara, tidak mau bergaul dengan teman sebayanya, sering menangis dan berteriak tiba-tiba, yang dia lakukan hanyalah membolak-balik gelas plastik yang berisi air, gelas plastik itupun selalu ia bawa kemana-mana.Ketika menginjak usia sekolah sang Ibu akhirnya pulang dari rantauan, semenjak itu keadaan keluarganyapun semakin membaik dan kelakuan Fahrul yang aneh perlahan-lahan berubah, ia terlihat begitu senang, sebab ia mendapatkan kembali perhatian dan kasih sayang Ibunya yang dulu sempat hilang darinya, semenjak Ibunya kembali lagi bersamanya Fahrul menjadi semakin terurus, ia selalu memakai baju bersih tiap hari, rajin mandi, bahkan Fahrul sudah mulai bersekolah, Bapak Rozaki juga merasakan hal yang sama dengan anaknya kelakuaknya yang kasar pada Fahrul mulai berubah dan ia terlihat bahagia. Namun kesenangan yang di rasakan Fahrul dan Bapaknya kala itu hanya sementara, Ibunya memutuskan kembali lagi ke Saudi Arabia dengan alasan majikannya masih membutuhkan jasanya, Bapak Rozaki tidak mampu berkata-kata melihat istrinya meninggalkanya untuk ke dua kalinya, sebab jika ia melarang istrinya pergi belum tentu ia mampu menghidupi anak dan istrinya, dengan hanya mengandalkan pendapatannya sebagai nelayan. Melihat Ibunya pergi Fahrul begitu merasa sangat sedih, terlihat dari raut wajah yang di perlihatkanya, ia selalu murung, dan Fahrul kembali lagi ke prilakunya terdahulu, yang pendiam dan enggan bergaul, bahkan ia tidak mau bersekolah lagi.Karna tak tahan menahan kerinduan pada Istrinya akhirnya Bapak Rozaki memutuskan untuk pergi menyusul Istrinya ke Saudi Arabia, dan Fahrul di tinggal begitu saja bersama Bibinya, penderitaan Fahrul tidak berhenti sampai di situ, beberapa bulan setelah kepergian Bapaknya, terdengar kabar bahwa Bapaknnya menikah lagi dengan seorang wanita asal Lombok Timur yang juga bekerja sebagai TKI di Saudi Arabia. Sungguh malang nian nasib Fahrul kecil, belum sembuh luka di hatinya akibat di tingggal orang tuanya kini ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia memiliki Ibu Tiri, penderitaan seolah-olah tak ingin meninggalkannya, beruntung di tengah kehausan dan kerinduannya akan kasih sayang orang tua, hadir sesosok Bibi yang selalu setia merawatnya dengan segala kekurangan yang di milikinya dan sikap aneh yang dilakukannya.Mungkin jika ia punya keberanian, ia akan menuntut kasih sayang dan perhatian yang selama ini hampir tidak di berikan oleh kedua orang tuanya, dan jika mampu memilih Fahrul mungkin tidak ingin terlahir di tengah kondisi keluarga seperti ini, namun takdir tetap berjalan dan ia tak mampu mengelak lagi, Fahrul hanya mampu berharap bahwa kasih sayang orang tuanya akan kembali lagi padanya, walaupun di haatinya timbul keraguan, akankah orangtuanya memperhatikan dan memikirkannya di sana..? (SUHARTINI)


Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
Alamat Jln Langko No. 49 Mataram - 83125
Telp : (0370) 637484 Fax : (0370) 631778
www.dishubkominfo.ntbprov.go.id
Pengelola Komunitas Kampung Media NTB
Jln.Langko No.49 Mataram, (0370)633735
E-mail : kampung.media@yahoo.co.id
www.kampung-media.com

Development Programs

Development Programs

"The added value brought to each conference was money in the bank."
Mike Shannon, WHLY Radio

"The training of the Torch Bearers Group, the Executive Leadership training, and now assisting us in strategic planning is very helpful."
LeRoy S. Troyer, PAIA
President, The Troyer Group

"We are working internally on the agenda you helped us develop"
LeRoy S. Troyer

"I highly value your wisdom and counsel."
Terry L. Troyer
CEO, The Troyer Group

"Thank you for all you have done for me and my company."
Lisa A. Cotton, CEO,
Ergonomic Health Solutions

"Real - Hands-on trainer – Real world experience – School-of-hard knocks trained. Blunt. Matter of fact."
Nate Zolman, President,
Zolman Tire

Professional, results oriented, compassionate but tough.
Pam Batcho, Admissions Representative,
Indiana Tech

We appreciate your knowledge, attention to detail, and insight.
Walt Jaqua
Priority Computer Services

I greatly appreciate your Spirit-led leadership qualities and your “purpose- filled” leadership style.
Greg Crump, Pastor,
South Side Church of God

"Tom has been a wonderful mentor and advisor for my business."
Lisa A.Cotton

"We appreciate your help in many areas."
Walt Jaqua

"Thanks for helping me grow my business! Without your guidance - not possible."
Lisa A.Cotton

"God has gifted you with a wonderful leadership and administrative skill."
Pastor Greg Crump

---------------

Sales Development

"(SPIN) This class was very valuable - made me really think."
Gail Companaro
Ergonomic Health Solutions

"The sales class was extremely beneficial."
Edward Camp, CEO
Advanced Estate Planning

"I am gaining more confidence in my selling skills."
Bill Lawrance

"The sales course was all valuable in one way, shape, or form."
Christo Lowe, CEO
Excelisys

"I learned ways to uncover problems and what not to do."
Chassidy Smith
Advanced Estate Planning

"(SPIN) All information was new and valuable/relevant."
Chris Garber
The Troyer Group

"(SPIN) I learned how to watch for and identify personality types."
Gary Hall, Project Leader
The Troyer Group

"(SPIN) I learned what questions to ask to develop needs in the mind of the buyer."
Kelton Dickey


Skills Development

In order to achieve the targeted revenue and profit objectives, what programs and processes must be put into place to prepare my people?

How proficient are my people at forecasting obstacles and suggesting solutions and action steps without my involvement?

Are my team leaders proficient in leading their subordinates in the goal-setting and achievement process?

If any of the above questions leave you wondering, we encourage you to explore the development programs below.

* Executive Leadership Development - Training
* Management Development - Training
* Sales Development
* Leadership Development
* Supervision Development
* Customer Service Development
* Coaching
* Imaginology - Team Building
* Goal Attainment

Most training seminars focus on teaching knowledge and skills, but when the people return to work nothing happens. My programs teach knowledge and skills , but emphasize attitude change and habit development. Because attitudes and habits produce the desired changes.

Executive Leadership

The development of vision, values, strategy and communication will be emphasized during this ten week seminar.

Each conference will include

* Case Studies
* Presentations Targeted discussions in a facilitation format
* Dynamic Group Discussions
* Interaction with other executives

Course Outline

* The challenge of leadership)
* Transforming the organization
* Goal planning into sustained successes
* Leadership and you
* Formal leadership
* Collaborating for results
* Building teams
* Understanding what motivates people
* Understanding behavior
* Developing peak performers
* Leadership communications

Opportunities of this caliber are rare.

Many topics and issues will be discussed including:

* Establishing a vision
* Effectively communicating that vision
* Persuading others to be committed to realizing the vision
* Clarifying values
* Exhibiting behaviors consistent with these values
* Determining strategies
* Focusing on long-term direction
* Challenging the status quo
* Doing the right things
* Aligning resources to support the vision

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
back to top
Management Development

Since any company is a collection of individuals, the emphasis is on management of people -- not things. The focus is on developing the manager who is skillful at recognizing the employee's needs and aligning them with company objectives.

28 Skills / Areas stressed include:

* The Changing Managerial
* Motivation: The Problem & the Solution
* Organizational Development
* The Manager as a Leader
* Authority & Power
* Managerial Types
* Criteria for Personal Goal Setting
* Different Types of Goals
* The Value of Goal Setting
* Confidence Inhibitors
* Overcoming Fear
* Work Environment & Motivation
* Using Motivation at Work
* A Basic Understanding of T/A
* T/A & Management
* Decision Making
* Participative Decisions
* Management Communications
* Communication Guidelines
* Active Listening
* Time Management
* Developing Subordinates through Goal Setting
* Dealing with Negative Behavior
* Creating a Problem-Solving Environment
* Managing through Goal Setting
* Criteria for Selling Organizational Goals
* Department Goals

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
back to top
Sales Development

It has been said that no one ever pulled a rabbit out of a hat without having put the rabbit there in the first place. An effective sales presentation is a lot like pulling a rabbit out of a hat. Any magician who has successfully performed this feat relies on timing, practice, preparation, and reading the audience -- his customer.

Although reputable salespeople do not engage in sleight of hand, they are prepared and can read the customer.

Knowing one's product line and being able to read a brochure upside down do not equate to a top-notch salesperson. Timing, reading the customer, and preparation are the essentials.

The 32 Skills - Areas emphasized include

* Understanding the Buying and Selling Processes
* Where and How to get Referrals
* Persuasive Presentations

The student learns when to stop the sales process, when to proceed with caution and when to move to the successful close. Following are samples of sales skills covered in the program:

* Gaining Favorable Attention
* Discovering wants and needs
* Getting commitments
* Persuasive Presentations
* Closing Techniques
* Overcoming Stalls & Objections

My Sales Development Seminar has a much different focus than other training sessions. The major objective is to become skillful at developing business - not merely learning the 6 basic sales steps.
Capstone Selling
Situation - Problem - Implication - Need

You will learn to master the Capstone selling process (situation, problem, implication, need-payoff) as used by IBM and Xerox, among other Fortune 500 companies. Fortune 500 companies averaged a 17% increase in revenue with each Capstone graduate.

WHY Capstone? I have taught sales training throughout my professional career. Capstone is simply the most effective method of selling I have seen.

Additionally you will become an expert in utilizing the GAP process: a skill that, when combined with Capstone, quickly separates you from your competition, and produces the sales results you are capable of generating.

We will practice extensively in the classroom with a variety of role plays, designed to make the selling skills second nature to you, and build your confidence in making the sale.

You will learn to recognize and deal effectively with the 4 basic personality styles.

However, the seminar is not a lecture/training class. You will be actively involved in dynamic discussion. Why? This format has been proven to produce the highest level of cognitive skill retention and habit formation.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
back to top
Leadership Development

Leaders are made -- not born.

Everyone in the organization (Board Room to Boiler Room) is a leader or an influencer. Why not hone these abilities for the success of the company? This most effective program can be implemented in varying forms to address all leadership needs at any level within the business. Also ideal for churches, civic and social organizations.

Emphasis of these 29 Skills - Areas includes:

* Tapping Hidden
* Potential
* Self-Motivation
* Emotion and Logic
* Building Success Attitudes and Habits
* Effective Communication
* Problem-Solving
* Decision-Making.

Who are your leaders for tomorrow? Are they ready now? What will it take to prepare them?

Below are a few other topics reviewed in the "Leadership Development" program. Ideal for building self-confidence, either with a group or 1-0n-1 coaching format.

* Why People Resist Change
* Roadblocks to Success
* Creative Power Through Visualization
* Management & Delegation for Leaders
* Effective Decision Making and Problem Solving

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
back to top
Supervision Development

Most supervisors come from super workers. That is, on Friday they were a super worker and the following Monday they take on the responsibilities of a supervisor.

Technically, the new supervisor is at the top of his field. However, he usually is strongly lacking in the people and management skills, the resultant impact on productivity, employee motivation and even the organization more often than not is harmful.

Hopefully this dilemma will resolve itself to a positive relationship between the supervisor and the workers. Often it will - in due course, but, why wait, and why run the risk that resolution will not work?

The Skills / Areas covered in the 10 week program include:

* The Supervisor as a Manager
* The Supervisor as a Leader
* The Role & Function of a Supervisor
* What Makes a Supervisor Succeed
* Personal Goal Setting
* Organizational Goal Setting for Improved Productivity & Increased Profits
* Guidelines for Setting Goals
* Types of Goals
* The Interdepe

4 Karakteristik Keluarga

4 Karakteristik Keluarga
oleh: LAODESYAMRI

* Summary rating: 5 stars (10 Tinjauan)
* Kunjungan : 98
* kata:900
*

More About : 4 karakteristik keluarga

Untuk mendapat memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus
memahami tentang karakteristik atau ciri khas keluarga, yaitu sebagai berikut :
? hubungan berpasangan dua jenis;
? diikat melalui perkawinan, atau bentuk ikatan lain yang mengokohkan hubungan
tersebut;
? pengakuan akan keturunan;
? kehidupan ekonomi yang diselenggarakan dan dinikmati bersama, serta
? kehidupan berumah tangga.
Sebuah keluarga memang harus dibentuk dari hubungan dua jenis, yaitu pria dan
wanita yang memiliki desire for response itu. Keduanya bersatu dalam keluarga karena
diikat oleh suatu perjanjian atau perkawinan. Memang dapat saja sebuah keluarga
dibentuk tanpa melalui perkawinan, misalnya keluarga hasil kumpul kebo (tanpa ikatan
perkawinan), namun masyarakat tidak akan menghormatinya malahan menjauhinya.
Pada umumnya dalam keluarga itu ada anak atau keturunan yang diakui secara
sah, baik berupa anak kandung sendiri maupun anak angkat. Dalam sebuah keluarga,
- 44 -
kehidupan ekonomi mereka menjadi bersama. Si pria akan mencari nafkah, bukan untuk
dirinya sendiri, tapi untuk hidup bersama seluruh anggota keluarganya. Mereka hidup
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Si pria berkedudukan sebagai suami dan ayah,
sedangkan si wanita berkedudukan dan berperan sebagai isteri atau ibu. Anak-anak pun
meiliki kedudukan dan perannya masing-masing.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu :
? dalam arti yang sempit : keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batih (nuclear family).
? Dalam arti yang luas: keluarga dalam ini meliputi semua pihak yang ada hubungan
darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, tetapi juga
meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dan keponakan. Keluarga dalam arti ini bisa
disebut keluarga besar, atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Bossard dan Boll mengemukakan adanya dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan
anak, yaitu :
? keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation).
? keluarga orientasi (family of orientation).
Keluarga biologis adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah
dengan anak. Keluarga ini terdiri atas ayah, ibu dan anak kandung. Hubungan dalam
keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak
mungkin dapat dihapus.
Keluarga orientasi adalah keluarga yang menjadi tempat bagi anak untuk
memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di
dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut.
Karena dalam interaksi dan saling pengaruh ini banyak terdapat faktor psikologis, maka
keluarga dalam arti ini dapat pula disebut sebagai keluarga psikologis. Berbeda dengan
keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus
atau berubah daru waktu ke waktu.
Pada umumnya sebuah keluarga biologis bagi anak sekaligus pula menjadi
keluarga orientasi yakni jika anak itu dibesarkan dan dididik langsung oleh ayah dan ibu
kandungnya. Tetapi kadangkala keluarga biologis anak berbeda dengan keluarga
orientasinya, misalnya bila seorang anak dibesarkan dan dididik oleh neneknya,
pamannya, bibinya, atau menjadi anak angkat sebuah keluarga.
- 45 -
Dilihat dari lengkap tidaknya anggota keluarga itu, maka keluarga dapat dibagi
dua macam, yaitu keluarga lengkap dan keluarga tidak lengkap. Keluarga lengkap
adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Sedangkan keluarga
tidak lengkap adalah yang salah satu anggota intinya tidak ada, misalnya tidak ada
ayahnya atau tidak ada ibunya. Walaupun terdapat orang lain seperti nenek, kakek,
paman, dan bibi, jika keluarga itu tidak ada ayah atau ibunya, tetap disebut keluarga
tidak lengkap.
Keluarga tidak lengkap (karena salah satu anggota inti meninggal atau bercerai)
disebut juga keluarga pecah atau broken home. Ada pula yang disebut keluarga pecah
semua atau quasi broken home, yaitu keluarga yang anggota intinya sebenarnya utuh
atau lengkap, tetapi tidak dirasakan atau dihayati secara lengkap oleh anggotanya.
Misalnya, sebuah keluarga yang ayah atau ibunya tidak memberikan perhatian
sepenuhnya kepada anak-anaknya.
Diterbitkan di: Januari 07, 2011 Diperbarui: Januari 07, 2011
Mohon Ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

More About : 4 karakteristik keluarga
Creative Commons Attribution 3.0 License
Use this Summary
Karakteristik Keluarga

Ringkasan oleh:LAODESYAMRI

Karakteristik Keluarga Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2097428-karakteristik-keluarga/

Copy to Clipboard

* Kutipan

* Menurut Para Ahli,
* Defenisi Masyarakat,
* Pengertian Masyarakat,
* Defenisi Pranata Sosial,
* Karakteristik Keluarga

Buat kutipan untuk Ringkasan ini CustomValidator
Related Videos

*
*


Tutup
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak
Share
New on Shvoong!
News updates by Shvoong writers

* Other Tulis

Orang yang membaca Ringkasan ini juga membaca:

* Kode Da Vinci
* Harry Potter dan Batu Bertuah
* Asal Usul
* Kembangkan kecerdasan spiritual anda
* Air Putih dan kesehatan
* Tingkatan Skill Seorang Hacker
* Mari berantas Flu Burung

Ringkasan lain oleh LAODESYAMRI

* Riba Menurut Al-Qur'an
* Dampak Sex Bebas Bagi Remaja
* Nikmatnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Bersa...
* Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Re...
* Badan Kepegawaian Daerah Konawe Diminta Tr...
* Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN...


Karakteristik Keluarga
oleh: LAODESYAMRI

* Summary rating: 5 stars (10 Tinjauan)
* Kunjungan : 98
* kata:900
*


Untuk mendapat memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus
memahami tentang karakteristik atau ciri khas keluarga, yaitu sebagai berikut :
? hubungan berpasangan dua jenis;
? diikat melalui perkawinan, atau bentuk ikatan lain yang mengokohkan hubungan
tersebut;
? pengakuan akan keturunan;
? kehidupan ekonomi yang diselenggarakan dan dinikmati bersama, serta
? kehidupan berumah tangga.
Sebuah keluarga memang harus dibentuk dari hubungan dua jenis, yaitu pria dan
wanita yang memiliki desire for response itu. Keduanya bersatu dalam keluarga karena
diikat oleh suatu perjanjian atau perkawinan. Memang dapat saja sebuah keluarga
dibentuk tanpa melalui perkawinan, misalnya keluarga hasil kumpul kebo (tanpa ikatan
perkawinan), namun masyarakat tidak akan menghormatinya malahan menjauhinya.
Pada umumnya dalam keluarga itu ada anak atau keturunan yang diakui secara
sah, baik berupa anak kandung sendiri maupun anak angkat. Dalam sebuah keluarga,
- 44 -
kehidupan ekonomi mereka menjadi bersama. Si pria akan mencari nafkah, bukan untuk
dirinya sendiri, tapi untuk hidup bersama seluruh anggota keluarganya. Mereka hidup
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Si pria berkedudukan sebagai suami dan ayah,
sedangkan si wanita berkedudukan dan berperan sebagai isteri atau ibu. Anak-anak pun
meiliki kedudukan dan perannya masing-masing.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu :
? dalam arti yang sempit : keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batih (nuclear family).
? Dalam arti yang luas: keluarga dalam ini meliputi semua pihak yang ada hubungan
darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, tetapi juga
meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dan keponakan. Keluarga dalam arti ini bisa
disebut keluarga besar, atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Bossard dan Boll mengemukakan adanya dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan
anak, yaitu :
? keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation).
? keluarga orientasi (family of orientation).
Keluarga biologis adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah
dengan anak. Keluarga ini terdiri atas ayah, ibu dan anak kandung. Hubungan dalam
keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak
mungkin dapat dihapus.
Keluarga orientasi adalah keluarga yang menjadi tempat bagi anak untuk
memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di
dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut.
Karena dalam interaksi dan saling pengaruh ini banyak terdapat faktor psikologis, maka
keluarga dalam arti ini dapat pula disebut sebagai keluarga psikologis. Berbeda dengan
keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus
atau berubah daru waktu ke waktu.
Pada umumnya sebuah keluarga biologis bagi anak sekaligus pula menjadi
keluarga orientasi yakni jika anak itu dibesarkan dan dididik langsung oleh ayah dan ibu
kandungnya. Tetapi kadangkala keluarga biologis anak berbeda dengan keluarga
orientasinya, misalnya bila seorang anak dibesarkan dan dididik oleh neneknya,
pamannya, bibinya, atau menjadi anak angkat sebuah keluarga.
- 45 -
Dilihat dari lengkap tidaknya anggota keluarga itu, maka keluarga dapat dibagi
dua macam, yaitu keluarga lengkap dan keluarga tidak lengkap. Keluarga lengkap
adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Sedangkan keluarga
tidak lengkap adalah yang salah satu anggota intinya tidak ada, misalnya tidak ada
ayahnya atau tidak ada ibunya. Walaupun terdapat orang lain seperti nenek, kakek,
paman, dan bibi, jika keluarga itu tidak ada ayah atau ibunya, tetap disebut keluarga
tidak lengkap.
Keluarga tidak lengkap (karena salah satu anggota inti meninggal atau bercerai)
disebut juga keluarga pecah atau broken home. Ada pula yang disebut keluarga pecah
semua atau quasi broken home, yaitu keluarga yang anggota intinya sebenarnya utuh
atau lengkap, tetapi tidak dirasakan atau dihayati secara lengkap oleh anggotanya.
Misalnya, sebuah keluarga yang ayah atau ibunya tidak memberikan perhatian
sepenuhnya kepada anak-anaknya.
Diterbitkan di: Januari 07, 2011 Diperbarui: Januari 07, 2011
Mohon Ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

Creative Commons Attribution 3.0 License
Use this Summary
Karakteristik Keluarga

Ringkasan oleh:LAODESYAMRI

Karakteristik Keluarga Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2097428-karakteristik-keluarga/

Copy to Clipboard

* Kutipan

* Menurut Para Ahli,
* Defenisi Masyarakat,
* Pengertian Masyarakat,
* Defenisi Pranata Sosial,
* Karakteristik Keluarga

Buat kutipan untuk Ringkasan ini CustomValidator
Related Videos

*
*


Tutup
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak
Share
New on Shvoong!
News updates by Shvoong writers

* Other Tulis

Orang yang membaca Ringkasan ini juga membaca:

* Kode Da Vinci
* Harry Potter dan Batu Bertuah
* Asal Usul
* Kembangkan kecerdasan spiritual anda
* Air Putih dan kesehatan
* Tingkatan Skill Seorang Hacker
* Mari berantas Flu Burung

Ringkasan lain oleh LAODESYAMRI

* Riba Menurut Al-Qur'an
* Dampak Sex Bebas Bagi Remaja
* Nikmatnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Bersa...
* Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Re...
* Badan Kepegawaian Daerah Konawe Diminta Tr...
* Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN...

Untuk mendapat memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus
memahami tentang karakteristik atau ciri khas keluarga, yaitu sebagai berikut :
? hubungan berpasangan dua jenis;
? diikat melalui perkawinan, atau bentuk ikatan lain yang mengokohkan hubungan
tersebut;
? pengakuan akan keturunan;
? kehidupan ekonomi yang diselenggarakan dan dinikmati bersama, serta
? kehidupan berumah tangga.
Sebuah keluarga memang harus dibentuk dari hubungan dua jenis, yaitu pria dan
wanita yang memiliki desire for response itu. Keduanya bersatu dalam keluarga karena
diikat oleh suatu perjanjian atau perkawinan. Memang dapat saja sebuah keluarga
dibentuk tanpa melalui perkawinan, misalnya keluarga hasil kumpul kebo (tanpa ikatan
perkawinan), namun masyarakat tidak akan menghormatinya malahan menjauhinya.
Pada umumnya dalam keluarga itu ada anak atau keturunan yang diakui secara
sah, baik berupa anak kandung sendiri maupun anak angkat. Dalam sebuah keluarga,
- 44 -
kehidupan ekonomi mereka menjadi bersama. Si pria akan mencari nafkah, bukan untuk
dirinya sendiri, tapi untuk hidup bersama seluruh anggota keluarganya. Mereka hidup
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Si pria berkedudukan sebagai suami dan ayah,
sedangkan si wanita berkedudukan dan berperan sebagai isteri atau ibu. Anak-anak pun
meiliki kedudukan dan perannya masing-masing.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu :
? dalam arti yang sempit : keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batih (nuclear family).
? Dalam arti yang luas: keluarga dalam ini meliputi semua pihak yang ada hubungan
darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, tetapi juga
meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dan keponakan. Keluarga dalam arti ini bisa
disebut keluarga besar, atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Bossard dan Boll mengemukakan adanya dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan
anak, yaitu :
? keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation).
? keluarga orientasi (family of orientation).
Keluarga biologis adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah
dengan anak. Keluarga ini terdiri atas ayah, ibu dan anak kandung. Hubungan dalam
keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak
mungkin dapat dihapus.
Keluarga orientasi adalah keluarga yang menjadi tempat bagi anak untuk
memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di
dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut.
Karena dalam interaksi dan saling pengaruh ini banyak terdapat faktor psikologis, maka
keluarga dalam arti ini dapat pula disebut sebagai keluarga psikologis. Berbeda dengan
keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus
atau berubah daru waktu ke waktu.
Pada umumnya sebuah keluarga biologis bagi anak sekaligus pula menjadi
keluarga orientasi yakni jika anak itu dibesarkan dan dididik langsung oleh ayah dan ibu
kandungnya. Tetapi kadangkala keluarga biologis anak berbeda dengan keluarga
orientasinya, misalnya bila seorang anak dibesarkan dan dididik oleh neneknya,
pamannya, bibinya, atau menjadi anak angkat sebuah keluarga.
- 45 -
Dilihat dari lengkap tidaknya anggota keluarga itu, maka keluarga dapat dibagi
dua macam, yaitu keluarga lengkap dan keluarga tidak lengkap. Keluarga lengkap
adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Sedangkan keluarga
tidak lengkap adalah yang salah satu anggota intinya tidak ada, misalnya tidak ada
ayahnya atau tidak ada ibunya. Walaupun terdapat orang lain seperti nenek, kakek,
paman, dan bibi, jika keluarga itu tidak ada ayah atau ibunya, tetap disebut keluarga
tidak lengkap.
Keluarga tidak lengkap (karena salah satu anggota inti meninggal atau bercerai)
disebut juga keluarga pecah atau broken home. Ada pula yang disebut keluarga pecah
semua atau quasi broken home, yaitu keluarga yang anggota intinya sebenarnya utuh
atau lengkap, tetapi tidak dirasakan atau dihayati secara lengkap oleh anggotanya.
Misalnya, sebuah keluarga yang ayah atau ibunya tidak memberikan perhatian
sepenuhnya kepada anak-anaknya.
Diterbitkan di: Januari 07, 2011 Diperbarui: Januari 07, 2011
Mohon Ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

Creative Commons Attribution 3.0 License
Use this Summary
Karakteristik Keluarga

Ringkasan oleh:LAODESYAMRI

Karakteristik Keluarga Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2097428-karakteristik-keluarga/

Copy to Clipboard

* Kutipan

* Menurut Para Ahli,
* Defenisi Masyarakat,
* Pengertian Masyarakat,
* Defenisi Pranata Sosial,
* Karakteristik Keluarga

Buat kutipan untuk Ringkasan ini CustomValidator
Related Videos

*
*


Tutup
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak
Share
New on Shvoong!
News updates by Shvoong writers

* Other Tulis

Orang yang membaca Ringkasan ini juga membaca:

* Kode Da Vinci
* Harry Potter dan Batu Bertuah
* Asal Usul
* Kembangkan kecerdasan spiritual anda
* Air Putih dan kesehatan
* Tingkatan Skill Seorang Hacker
* Mari berantas Flu Burung

Ringkasan lain oleh LAODESYAMRI

* Riba Menurut Al-Qur'an
* Dampak Sex Bebas Bagi Remaja
* Nikmatnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Bersa...
* Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Re...
* Badan Kepegawaian Daerah Konawe Diminta Tr...
* Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN...


Lebih lanjut tentang: Karakteristik Keluarga

Pakar Kesehatan Reproduksi

PERTAMA DI DUNIA!
HERBAL ANTI SEPTIK PRIA + ATASI EJAKULASI DINI
REKOMENDASI : BOYKE DIAN NUGRAHA
(Pakar Kesehatan Reproduksi)

AMAN & LEGAL Terdaftar di BPOM!
No Register : POM TR 052.642.331

FOREDI Gel

Produk antiseptik pria dewasa yang berfungsi untuk memperpanjang durasi hubungan suami istri atau tahan lama (tetap berkhasiat 5-8 jam, dahsyat!), maksudnya 5-8 jam disini adalah misalkan 30 menit pertama selesai berhubungan, lalu misal 4 jam kemudian dilanjutkan lagi maka tidak perlu di oles lagi! sangat laris! diburu banyak pria! tidak heran jika tiap hari kami mengirim ratusan paket ke seluruh Indonesia!

LEGALITAS :
Produk terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM).
No Register : POM TR 052.642.331
FOREDI adalah ramuan herbal tradisional Menes Banten khusus untuk pria dewasa (untuk pemakaian luar bukan untuk diminum). Mengandung bahan alami yang terdiri dari rempah-rempah pilihan dan tidak mengandung bahan kimia.

Rempah-rempah tersebut diolah sedemikian rupa melalui teknologi farmasi yang baik, teruji dan dapat diandalkan sehingga menjadi ramuan yang memberikan khasiat sebagai antiseptik lokal yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kenikmatan dalam melakukan hubungan intim yang sehat sehingga pasangan menjadi harmonis dan percaya diri. Dengan demikian FOREDI dapat meningkatkan kualitas hubungan intim / lebih tahan lama, sehingga dapat membuat pasangan mencapai multi orgasme.

FOREDI bermanfaat jika digunakan sebelum melakukan hubungan intim, karena dengan FOREDI dapat menjaga kebersihan organ vital pria dewasa, sehingga wanita sebagai lawan jenis dapat merasa aman, karena mulut rahim sangat rentan dan mudah terkontaminasi oleh benda-benda asing dan mikro organisme.

Adapun kontaminasi diatas dapat menyebabkan masalah pada wanita pasangan anda yaitu :

* Keputihan Patologis yang bersifat terus menerus dengan ciri-ciri cairan menjadi banyak, gatal, berbau dan berwarna kuning coklat.
* Keputihan Fisiologis karena adanya infeksi jamur Chlamidhia.
* Infeksi saluran kelamin yang dapat merusak saluran indung telur.


FOREDI dapat mengurangi ketiga faktor tersebut diatas dengan menjaga kebersihan organ intim pria sebelum melakukan hubungan intim.
Selain bermanfaat sebagai antiseptik pria FOREDI juga bermanfaat untuk mengatasi masalah bagi penderita EJAKULASI DINI karena FOREDI ini dapat memperpanjang waktu orgasme pria.

TESTIMONIAL ACAK PELANGGAN *) :

"saya tidak menyangka menemukan produk ini! karena menemukannya tidak sengaja saat browsing, kini istri saya sampai orgasme berulang-ulang karena saya mampu bertahan lama! bahkan 4 jam kemudian saya 'bertempur' lagi khasiatnya masih ada! wahhh maknyus tenan!!!"
(Bpk. Andri H. - Jawa Timur)

"Alhamdulillah... saya kini menjadi pria sejati dimata istri... bagaimana tidak saya mampu memuaskan istri berulang kali & tetap perkasa! luar biasa! beli yang asli ya jangan yang palsu! di toko pasutri servisnya profesional, cepat & memuaskan!"
(Bpk. Dwi Santoso - Padang)

"Baru 1x pake saja istri saya KO :) 3-0! selama ini saya pake "pil biru" dari luar (sudah pasti barang ginian ilegal karena tidak terdaftar di BPOM), efeknya sakit kepala nggak ketulungan & jantung berdebar kencang... tapi pake foredi ini sungguh berbeda karena obat luar jadi tidak ada efek samping adanya efek ke "depan" hehehe bener-bener dahsyat foredi!"
(Bpk. Danny - Bandung)

"Begitu tau FOREDI tersertifikasi & teruji di BPOM, maka saya langsung order karena memang lagi butuh banget mengingat saya mengalami ejakulasi dini yang menyedihkan, dulu saya selalu mengecewakan istri, tapi sekarang jangan tanya! istri jadi ketagihan mlulu.... saya masih memakainya walau tidak berhubungan intim untuk perawatan"
(Bpk. Suhendra - jakarta)

"Awalnya saya coba kok tidak mempan, rupanya saya salah pakai... mohon maaf sekali jika sempat komplain & ngomel-ngomel nggak karuan hehehe (malu banget saya), setelah pemakaian yang disesuaikan dengan kondisi saya, hasilnyaaa Edannnnnn... istri sampai puassss.. saya makin pede!! perlu diketahui saya ejakulasi dini sudah 20 tahunan!!! saya sungguh terbantu dengan adanya solusi foredi ini, terimakasih banyak saya ucapkan, saya akan rekomendasikan ke teman-teman saya "
(Bpk. Icuk - semarang)

*) Hasil berbeda pada tiap pria karena kondisi tubuh yang juga berbeda.
**) Ada banyak sekali testimonial kepuasan dari pelanggan kami yang kami terima, testimonial memakai nama samaran untuk privacy pelanggan.

Keunggulan FOREDI dibanding produk sejenis dipasaran :

* 100% LEGAL :
obat oles herbal anti ejakulasi dini yang terdaftar resmi di BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan).
* 100% AMAN :
Digunakan sebagai herbal oles luar, sehingga tidak memberikan efek samping negatif pada fungsi jantung, ginjal & otak seperti obat yang diminum.
* Tidak mengandung LIDOCAINE
Tidak mengandung bahan kimia pemati rasa seperti kebanyakan produk pemakaian luar di pasaran ilegal)
* Satu-satunya Produk RESMI & ASLI buatan Indonesia yang UNIK
& bahkan satu-satunya herbal oles di dunia.
* Memperlama waktu hubungan intim
TANPA menimbulkan mati rasa total (masih sensitif).
* Tidak ada efek samping yang merugikan.
* Melindungi kontaminasi kuman pada waktu hubungan intim.
* Sekaligus sebagai ANTI SEPTIK melindungi organ vital pria dari jamur Chlamidhia, keputihan pasangan dll.

Obat herbal ini BUKAN untuk Disfungsi Ereksi,
melainkan KHUSUS untuk Anti Septik + Atasi Ejakulasi Dini (agar tidak cepat keluar).
Cara Pemakaian & Cara Kerja FOREDI Gel.

Cara pemakaian FOREDI :

1. Oleskan tipis 1/2 dari 1 sachet pada organ intim pria (terutama bagian bawah dari organ vital pria)
2. Biarkan sampai herbal bereaksi dan terasa hangat (15 menit - 45 menit).
3. Kemudian cuci dengan air dan sabun sampai bersih.
4. Setelah dicuci bersih biarkan sampai rasa hangat menurun lalu siap untuk melakukan hubungan intim.
5. Apabila melakukan hubungan intim akan lebih baik bila dibiarkan terlebih dahulu hingga rasa hangat telah menjadi reda.

Untuk hubungan intim :
Foredi akan optimal jika digunakan sesuai petunjuk diatas, bagi penderita ejakulasi dini parah bisa 1 sachet yg di oleskan, bagi ejakulasi dini biasa cukup setengah sachet saja, anda akan mengetahui dengan sendirinya takaran pas nya (berbeda untuk tiap pria) setelah terbiasa memakainya.

Untuk perawatan :
Foredi sangat baik digunakan 1-2 tetes saja tiap hari untuk ANTI SEPTIK (untuk menghindari jamur, bakteri berbahaya akibat keringat, celana dalam yang tidak bersih, hubungan intim yang terkontaminasi dengan penyakit dll) juga memperlancar aliran darah di alat vital.


Cara kerja FOREDI :
Setelah dioleskan secara merata obat akan meresap dan memperbesar pembuluh darah sehingga rongga pembuluh darah akan menekan ureter. Oleh karena itu guna mendapatkan hasil yang optimal oleskan FOREDI lebih tebal pada bagian batang bawah penis lalu oleskan di bagian batang atas serta kepala penis secukupnya. Rasa hangat yang ditimbulkan akan memberikan hasil yang maksimal guna membuka pembuluh darah agar obat meresap secara optimal.

Setelah dioleskan dan dicuci bersih manfaat obat akan bertahan 5- 8 jam.

Apabila melakukan hubungan intim akan lebih baik bila dibiarkan terlebih dahulu hingga rasa hangat telah menjadi reda.



Harga PROMO : Rp.200.000,-/BOX

1 BOX isi 3 sachet kecil + cara pakai, 1 sachet dapat digunakan untuk 1-2x pemakaian sesuai kebutuhan/kondisi ejakulasinya (sedang/ parah).
jadi 1 box bisa untuk sekitar 6x pemakaian.

Sangat murah untuk obat yang AMAN + LEGAL + REKOMENDASI BOYKE DIAN NUGRAHA (Pakar Kesehatan Reproduksi) + PERTAMA di DUNIA!

Tiap 1 sachet memiliki dimensi : 3 x 4 cm (berat sekitar 0.3 gram)



Cara ORDER CEPAT melalui SMS :
1. Sebutkan nama lengkap sesuai KTP
2. Sebutkan alamat lengkap
3. Sebutkan berapa box foredi yang anda pesan
4. Sebutkan Bank yang akan anda gunakan untuk transfer

Kirim ke no hp : 081336936955

Contoh SMS :
Raden Ronggo, pesan 2 box foredi, Jl Cirebon Raya No.10 RT 01 RW02 Kelurahan Wetan Kecamatan Kulon, Yogya 18750 - jawa tengah, via BCA

Kirim ke no : 081336936955

- Selanjutnya kami akan membalas total harga + ongkos kirim + rek bank.
- Konfirmasikan pembayaran anda setelah transfer via SMS 081336936955
- Paket dikirim rapi (polos untuk menjaga privacy anda)



Sayang istri? Pesan sekarang juga!

Ada pertanyaan/ ingin jadi distributor?
Hubungi : MOHAMMAD YASIN SPD. - 081336936955

Video Boyke | Foredi | Tisu Majakani | GASA | LadyFem | Peluang Bisnis

Untuk Mengetatkan Organ Intim Wanita gunakan : Tissue Double Majakani (Boyke & Co)


Website PERTAMA yang di VERIFIKASI RESMI oleh PT ABE
No Registrasi Web : ABE-W0002



Toko Online ini adalah Fasilitas GRATIS bagi Distributor Resmi yang bergabung di grup ABENETWORK

Faktor yang mempengaruhi kepribadian

MEMAHAMI PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN KARAKTER MANUSIA

Mempelajari kepribadian manusia itu menarik. Coba bayangkan, dari 2 milyar manusia yang ada di dunia ini tidak ada satupun yang sama persis, baik secara bentuk dan karakternya. Sekalipun anda memiliki dua orang yang sama persis dan dibesarkan dalam lingkungan yang juga 100% sama, saya yakin anda akan memiliki dua orang pribadi yang berbeda. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian atau karakter manusia ini. Secara umum, faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua bagian besar. Yang pertama adalah faktor internal atau bawaan. Faktor lainnya adalah faktor eksternal atau lingkungan. Kali ini saya akan memfokuskan pada faktor eksternal karena saya sudah menulis menganai faktor internalnya... he...he.. ..he...hore..hore..hore...! (lapo aee seee...!)

Faktor yang mempengaruhi kepribadian

Dalam beberapa waktu kedepan, saya akan memperdalam tentang faktor internal ini (setelah saya selesai menulis mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia ini) Pokok bahasannya adalah mengenai kepribadian primer dan kepribadian sekunder (penekanan pada bagian ini!) Kenapa harus menulis mengenai perkembangan kepribadian ini dulu daripada karakter sekunder ? Karena karakter sekunder ini sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor eksternalnya...begitu sayaang....
Loh....kan bisa juga menulis mengenai karakter sekunder baru faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian paak Wapaaaan....Iyaaa...benar juga yaaa....tapi karena saya yang nulis, jadi anda tidak berhak mengatur cara saya menulis....(sejujurnya...karena idenya masih garing tapi gengsi gak mau ngakui...) ^-^'

Jadi....untuk mempersingkat perdebatan kita (masih gengsi), faktor – faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia adalah :

1. Faktor Lingkungan
2. Faktor Trauma Masa Kecil
3. Faktor Agama dan Budaya

Sekarang mari kita bahas satu persatu !

FAKTOR LINGKUNGAN
Sebagai makhluk yang lemah dan tak berdaya, manusia membutuhkan orang lain untuk menyokong hidupnya. Seorang bayi manusia membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai dia bisa mencari makan sendiri. Dari satu bulan hingga setahun dia bisanya cuman makan, minum, netek, nangis, dan ngengek. Dia membutuhkan orang lain untuk memberinya semua itu. Lewat dari setahun pun masih belum bisa masak, bekerja, dan mendapatkan gaji bulanan. Kalo dipaksakan, memang ada anak usia empat tahun yang bisa mencari makan sendiri, itupun dengan cara duduk di lampu merah dan menadahkan tangannya terus dapet cepek atau gopek. Namun semuanya tetap dari bantuan orang lain yang berhati budiman bukan ?

Poin yang ingin saya sampaikan dari cerita di atas adalah kepribadian manusia dipengaruhi oleh orang lain. Dan yang paling dominan adalah pengaruh keluarga karena inilah faktor lingkungan pertama dan utama yang akan menentukan perkembangan kepribadian sekundernya. Seorang individu yang dibesarkan dalam keluarga otoriter yang kuat, di mana cara mengungkapkan sikap dan perilaku ditentukan semata-mata oleh satu atau kedua orangtuanya (atau sosok keluarga penting lainnya) akan berbeda dengan individu lainnya yang dibesarkan dengan penuh kebebasan.

Saya mempunyai seorang saudara yang mempunyai kepribadian kuning. Ibunya adalah biru yang kuat. Tentu saja si kuning yang cenderung berantakan dan tidak bertanggungjawab mendapatkan perlawanan yang hebat dari biru. Kepribadan primernya tidak mendapatkan tempat dalam rumahnya dan juga tidak dapat berkembang dengan baik. Tetapi kuning yang cerdik selalu mendapatkan cara untuk bertindak sesuai dengan motif dasarnya. Kepribadian primernya mungkin ditekan, tetapi tidak bisa dihilangkan. Ini hukum alam dan pasti ! Apalagi kuning adalah pribadi yang paling sulit dibentuk dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Saudara saya ini berperilaku sebagai biru ketika berada di rumah dan menjadi kuning ketika keluar dari sana. Situasi ini berlangsung selama bertahun-tahun (dari balita hingga usia 30an). Apa akibatnya bagi kepribadian si Amoy ini (anggap saja namanya Amoy).

Ketika berinteraksi dengan orang lain, misalnya dalam bekerja, si Amoy menunjukkan kepribadian biru yang teratur, disiplin, dan dewasa. Seiring dengan berjalannya waktu, dan Amoy menjadi semakin nyaman dan aman, kepribadian kuningnya mulai mengambil kendali. Dia yang awalnya rajin, disiplin, tepat waktu dan segala kualitas terbaik dari seorang biru, pelan-pelan berubah menjadi banyak bicara, pelupa, berantakan, mengampangkan segalanya, kreatif, dan serampangan. Saya rasa anda mempunyai seorang teman yang seperti ini bukan ? He…he…he… Jika anda ingin tahu kenapa teman yang anda kenal dulu telah berubah sehingga anda hampir-hampir tidak mengenalnya maka inilah jawabannya. Dia memiliki kepribadian primer kuning dan biru/merah sebagai karakter sekundernya. Kok bisa ? Inilah faktor terkuat yang mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, yaitu faktor keluarga.

FAKTOR TRAUMA MASA KECIL
Tidak ada faktor negatif lainnya yang bisa mempengaruhi karakter seseorang sehebat trauma masa kecil ini. Mengapa ? Ada dua jawaban untuk pertanyaan ini. Pertama karena kepolosannya dan kedua karena penghianatan. Sesorang yang pernah mengalami kekecewaan akan sulit untuk menumbuhkan kembali rasa percayanya, entah itu percaya kepada orang lain ataupun kepada dirinya sendiri. Jika trauma masa kecilnya disebabkan oleh kedua orangtuanya, maka perkembangan kepribadiannya menjadi tidak sehat.
Billy Miligan yang mempunyai 24 kepribadian berbeda
William Stanley Milligan yang lebih dikenal dengan nama Billy
Saya teringat dengan cerita Billy Miligan. Dia mempunyai 24 kepribadian yang berbeda dalam dirinya. Ada Arthur, Reagan, Philip, Kevin, April, Adalana, Jason, Shawn, Sang Guru, dan lainnya. Bagaimana Billy bisa memiliki masalah kepribadian yang unik ini ? Trauma masa kecil adalah jawabannya. Di usianya yang relatif muda, Billy disiksa oleh ayah tirinya sendiri. Dia dipukul, ditendang, diperkosa (sodomi), dan hampir dikubur hidup-hidup. Saya rasa tidak ada yang lebih menyakitkan dalam hidup daripada pelecehan dan penyiksaan dari orang tua kita.

Kisah Billy membuktikan kebenaran ini, di lain waktu saya akan tulis mengenai Billy ini karena saya sudah membaca habis bukunya. Sebenarnya ada juga kasus yang serupa dengan Billy, yaitu Sybil Dorsett. Seorang wanita yang memiliki 16 kepribadian yang berbeda dalam dirinya. Penyebabnya sama, trauma masa kecil !
Sybil
Sybil Dorsett Saya yakin, anda ataupun saya mempunyai paling tidak satu kenangan masa kecil kita. Pengalaman saya adalah mandi kemudian mainan handuk di kamar mandi, lalu tak sengaja saya memecahkan lampu kamar mandi. Langsung saya lari dalam pelukan kepada papa saya dan menangis terseduh-seduh sambil meminta maaf. Kalau tidak salah, usia saya waktu kejadian tersebut 7 tahun. Saya ingat juga papa saya membelai kepala saya dan bilang, "Tidak apa-apa....tidak apa-apa....!"

Dari sini saya mempunyai figur yang baik mengenai seorang papa. Secara tidak langsung hal ini mempengaruhi kepribadian saya yang lemah lembut, baik hati, murah senyum, pemaaf, dan pemberani (ala…gombal!) Luar biasa bukan pengalaman masa kecil kita ? Untungnya situasi yang saya alami positif, bayangkan jika sebaliknya.

FAKTOR AGAMA DAN BUDAYA
Mitos : Pria Logis dan Wanita Emosional.
Pernyataan salah ini terus meluas di masyarakat kita, meyakinkan para wanita merah dan putih mereka tidak benar-benar berpikir logis, dan para pria biru dan kuning sebenarnya mereka tidak merasakan emosi yang mereka miliki. Omong kosong. Tetapi betapa sering kita mendengar komentar bias seperti “anak lelaki besar tidak boleh mangis” dan “wanita Cuma bisa menangis untuk memanipulasi” ? Kita juga takut untuk menghadapi kebenaran siapa diri kita, sehingga sering membuat komentar yang terburu-bru dan menguntungkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain agar kita bisa merasa lebih baik tentang diri kita. Bantulah diri anda, dan lampaui bias agama dan/atau budaya yang kaku demi merangkul identitas kepribadian sejati setiap orang.

Tentu saja, orang cepat belajar bagaimana caranya hidup di dunia ini, Jika seseorang memperoleh pesan konsisten bahwa salah untuk berperilaku dengan cara tertentu karena agama atau masyarakat mengatakan demikian, biasanya mereka menyisihkan pendapat pribadi demi bertahan hidup dan diterima oleh mereka. Beberapa individu telah mengalah begitu banyak sepanjang hidup mereka, sampai entah mereka menjadi sangat marah pada segala sesuatu, atau mereka bahkan tidak memiliki kemiripan lagi dengan siapa mereka saat lahir. Jika anda ingin membicarakan tentang tragedi manusia, itulah tragedi sesungguhnya – kehilangan jati diri sejatinya !

Wuiiih….gila bener, padahal masih banyak lagi yang mau saya tulis, gak terasa udah tiga halaman lebih. Kalo kepanjangan bisa bosen yang baca ! Semoga anda menangkap maksud saya, jika ada pertanyaan atau hal-hal yang kurang jelas, jangan sungkan – sungkan untuk mengirimkan email kepada saya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian kita. Sukses untuk anda !

Karakter Sekunder Manusia
Faktor penyeimbangan kekuatan & kelemahan kita !

Anjing LUcu


biindit value
©2008 - mY homE website - All Rights Reserved.
© WEBMASTER HOTLINE : 031 - 7031 1231

The Good and Bad Effects

The Good and Bad Effects of TV on Your Kid
All Ages - Articles

Kid watching TV

Photo courtesy of Ian Chase

It is hard to avoid television if you are a kid. People in the house are usually tuned in to TV - siblings as well as parents. In some homes, the television is perpetually "on" even without anyone watching. It is common for parents and caregivers to use TV as a substitute babysitter. Also, many parents buy videos that they think can make their kids smart. But how does watching TV really affect children?

The bad news is, the majority of experts think that a TV/video-driven culture has bad effects on kids - and may prevent kids from being smart. They cite the following:

* TV viewing takes away the time that your child needs to develop important skills like language, creativity, motor, and social skills. These skills are developed in the kids’ first two years (a critical time for brain development) through play, exploration, and conversation. Your kid’s language skills, for example, do not improve by passively listening to the TV. It is developed by interacting with people, when talking and listening is used in the context of real life.
* TV viewing numbs your kid's mind as it prevents your child from exercising initiative, being intellectually challenged, thinking analytically, and using his imagination.
* TV viewing takes away time from reading and improving reading skills through practice (Comstock, 1991). Kids watching cartoons and entertainment television during pre-school years have poorer pre-reading skills at age 5 (Macbeth, 1996). Also, kids who watch entertainment TV are also less likely to read books and other print media (Wright & Huston, 1995).
* According to Speech and language expert Dr. Sally Ward, 20 years of research show that kids who are bombarded by background TV noise in their homes have trouble paying attention to voices when there is also background noise.
* Kids who watch a lot of TV have trouble paying attention to teachers because they are accustomed to the fast-paced visual stimulation on TV. Kids who watch TV more than they talk to their family have a difficult time adjusting from being visual learners to aural learners (learning by listening). They also have shorter attention spans.
* School kids who watch too much TV also tend to work less on their homework. When doing homework with TV on the background, kids tend to retain less skill and information. When they lose sleep because of TV, they become less alert during the day, and this results in poor school performance.

* TV exposes your kid to negative influences, and promotes negative behavior. TV shows and commercials usually show violence, alcohol, drug use and sex in a positive light. The mind of your kid is like clay. It forms early impressions on what it sees, and these early impressions determine how he sees the world and affect his grown-up behavior. For instance, twenty years of research has shown that children who are more exposed to media violence behave more aggressively as kids and when they are older. They are taught by TV that violence is the way to resolve conflict – as when a TV hero beats up a bad guy to subdue him.
* Kids who watch too much TV are usually overweight, according to the American Medical Association. Kids often snack on junk food while watching TV. They are also influenced by commercials to consume unhealthy food. Also, they are not running, jumping, or doing activities that burn calories and increase metabolism. Obese kids, unless they change their habits, tend to be obese when they become adults.

Some experts, however, believe that TV is not all that bad. They qualify though that viewing TV can be good if it is done in moderation, and if the program being watched is selected:

* Some TV shows can educate, inform and inspire. It can be more effective than books or audiotapes in teaching your kid about processes like how a plant grows or how to bake a cake.
* Studies show that kids who watch educational and non-violent children’s shows do better on reading and math tests than those who do not watch these programs.
* Kids who watch informative and educational shows as preschoolers tend to watch more informative and educational shows when they get older. They use TV effectively as a complement to school learning. On the other hand, kids who watch more entertainment program watch fewer informative programs as they get older (Macbeth, 1996).
* Preschoolers who viewed educational programs tend to have higher grades, are less aggressive and value their studies more when they reach high school, according to a long-term study (Anderson, et. al, 2001).
* Finally, scientists from the University of Siena found that children experience a soothing, painkilling effect by watching cartoons. So perhaps, a little entertainment TV can be a source of relief to kids who are stressed or are in pain.

For more on how to make TV a more helpful rather than a harmful tool for making kids smart, see tips on how to handle your kid's TV watching or if you have a baby, see the effects of TV on baby.

< Prev Next >

Selasa, 22 Februari 2011

gender mainstreaming

What is 'gender mainstreaming?'

UNDP - A woman in El Salvador
A woman in El Salvador. This
photo appeared in a publication
about gender gaps in human
development.
'Gender mainstreaming' was defined by the United Nations Economic and Social Council in 1997 as 'a strategy for making women's as well as men’s concerns and experiences an integral dimension of...the policies and programmes in all political, economic and societal spheres so that women and men benefit equally and inequality is not perpetuated.'

The relative status of men and women; the interaction between gender and race, class and ethnicity and questions of rights, control, ownership, power and voice all have a critical impact on the success and sustainability of every development intervention.

In practice, gender mainstreaming means identifying gaps in gender equality. Despite good intentions and some real progress, the development community, UNDP included, is still falling short in delivering on its promises. Many of the problem areas were identified in the UN Secretary-General's Review and Appraisal of the Implementation of the Beijing Platform for Action. These areas include the development of accountability mechanisms; allocation of sufficient resources; attention to gender equality; targeting not just 'soft' areas for gender mainstreaming (such as health and education), but also supposedly 'gender-neutral' areas, such as infrastructure development and economic policies; and strong political commitment and will.

Download the "Gender Mainstreaming," (PDF) fact sheet.

· Contact Us · Copyright & Terms of Use · Information Disclosure Policy · Investigation Hotline · Work for UNDP· Scam Alert

Kriteria Pemilihan Pasangan Hidup Yang Baik

Tips Cara Memilih Calon Isteri/Istri/Jodoh/Pacar & Kriteria Pemilihan Pasangan Hidup Yang Baik
Wed, 16/01/2008 - 12:28am — godam64

Menikah alias kawin yang baik hanya dilakukan satu kali seumur hidup dan kita akan terus hidup bersama dengan orang yang kita pilih sebagai isteri kita beserta anak yang mungkin kita hasilkan dari pernikahan itu. Memilih pasangan hidup yang tepat adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup dengan banyak aspek dan faktor kriteria pemilihan yang harus dihitung dengan matang. Gadis atau janda semua sama saja di mana anda harus melakukan penjajakan yang cukup sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

Kesalahan memilih wanita / cewek / perempuan yang kita nikahi akan berdampak buruk pada kualitas hidup kita di masa depan. Cerai adalah pilihan yang sangat buruk yang bisa diambil ketika semua cara dan upaya telah dicoba untuk membuat hubungan menjadi baik tidak berhasil dan dapat membahayakan jika terus dibiarkan.

Pacaran merupakan salah satu upaya untuk menemukan pasangan hidup yang tepat. Pacaran yang baik tidak melakukan apa yang boleh dilakukan pasangan yang sudah menikah. Melakukan hubungan suami istri yang tidak semestinya justru akan berdampak buruk pada hubungan setelah menikah maupun hubungan setelah menikah dengan gadis lain.

Berikut ini adalah Kriteria Pemilihan Calon Isteri Yang Baik :

1. Saling Jujur / Tidak Suka Bohong, Cinta Dan Setia

Mana ada orang yang suka dibohongi. Pilih wanita yang dapat dipegang kata-katanya dan hanya akan berbohong untuk kepentingan keluarga yang positif. Jika suka bohong anda akan dibuat pusing sama istri anda kelak. Wanita yang setia pada anda akan selalu mencintai anda dan akan selalu berada di samping anda ke mana pun anda pergi dan dalam kondisi apa pun. Cinta juga menjadi yang sangat penting, karena cinta adalah modal dasar dari hubungan suami istri yang baik dan sebaiknya sudah ada sejak status masih pacaran.

2. Penampilan Menarik

Sebaiknya anda mencari perempuan yang dari fisik anda suka namun bukan hasil permak atau dandan tebal. Menarik tidak harus selalu cantik, cakep, ayu, menor, seksi, imut, manis dan sebagainya, tetapi yang tidak membuat anda benci jika melihatnya. Sebisa mungkin cari yang jika anda prediksi puluhan tahun mendatang dapat tetap dapat membuat anda tersenyum bahagia ketika memandang wajahnya. Jangan lupa dengan penampilan anda sendiri ketika sudah menikah. Jangan buat si dia ilfil dan jadi benci sama anda.

3. Taat Ibadah

Ini hal yang penting bagi masa depan keluarga anda. Anak-anak anda nanti akan dibimbing lebih banyak oleh sang ibu. Jika ibunya ugal-ugalan nggak bener kelakuannya, maka bisa ditiru oleh anak. Cari wanita shalihah / solehah yang dapat mendidik anak-anak menjadi manusia yang berakhlak soleh dan mempengaruhi anda untuk beribadah lebih baik lagi.

4. Pandai / Pintar

Jangan mencari jodoh gadis kampung atau cewek kota yang memiliki intelegensia di bawah rata-rata. Penampilan hanya luar saja yang cuma enak dalam urusan ranjang serta bisa selalu kita atur dan mungkin bisa kita bobongi, selingkuh di belakangnya, menikah lagi / kawin lagi, dll. Akan tetapi wanita yang bodoh tidak akan mampu membantu mencari solusi pada saat-saat diperlukan dan mungkin akan terkekang selama hidup dengan kita karena harus selalu menurut pada sang suami. Istri yang pintar bisa membantu mengatur rumah tangga dan mungkin bisa juga membantu finansial / keuangan keluarga dengan melakuka usaha sampingan atau bekerja.

5. Tidak Materialistis / Bukan Cewe Matre

Cewe matre ke laut aje emang bener itu lagu. Jangan cuma cari cewek dari cantiknya saja, tapi dari hatinya. Sebanyak apa pun uang yang kita dapat dari bekerja tidak akan cukup untuk menghidupi seorang isteri matre tidak tahu diuntung. Bisa jadi ketika anda sudah tidak punya uang dan pekerjaan layak anda akan ditinggalkan sendiri begitu saja bersama anak-anak.

6. Kalem / Emosi Stabil Rendah Dan Dapat Menghibur

Istri yang murah senyum, lemah lembut, tidak suka marah dan tidak mudah stres menghadapi problema hidup adalah istri yang baik. Sebelum kawin dan selama berpacaran anda wajib melakukan pengamatan emosional, sikap dan perilaku. Jika pacar anda gampang sekali marah meledak-ledak dan tidak bisa diubah sebaiknya tinggalkan saja. Hidup dimarahi isteri terus-menerus akan membuat anda menderita. Istri yang baik adalah istr yang bisa menghibur di kala suka dan duka dalam berbagai kondisi baik terhadap suami maupun terhadap anak. Pilih juga yang mencintai keluarganya dan keluarga kita masing-masing.

7. Sehat Jasmani Dan Rohani

Pilihlah yang dari segi fisik dan mental / jasmani dan rohani yang sehat wal'afiat. Pilih yang sehat, cerah, gesit, kuat, dan tidak mudah sakit. Dari segi kesuburan pun juga penting jika anda ingin punya keturunan. Jika belum yakin maka sebaiknya anda melakukan pemeriksaan kesehatan berdua saat pranikah. Perhatikan pula keluarganya apakah ada yang punya riwayat penyakit yang dapat menurun dan bisa berakibat fatal. Terkadang suatu penyakit dapat diturunkan ke anak dan atau cucu.

8. Dapat Dikontrol Dan Mengontrol

Di saat isteri melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, berbicaralah dengan baik tanpa emosi bahwa sebaiknya si istri melakukan apa yang kita inginkan beserta alasannya. Begitu juga sebaliknya, di mana kita dapat dikritik isteri pada sikap dan perilaku kita secara kekeluargaan dan baik-baik. Untuk melakukan hal ini diperlukan adanya kesamaan tingkatan atau derajat di mana suami dan isti sama-sama dalam satu tim kepemimpinan yang solid. Bukan hanya suami saja yang jadi pemimpin dan istri cuma manut-manut saja. Umumnya untuk dapat tipe cewek semacam ini adalah yang umur sepantar dan sama-sama pintar.

9. Persetujuan Orang Tua, Keluarga, Teman Dan Sebagainya

Hubungan suami isteri harus didukung oleh orang-oang yang ada di sekitar kita mulai dari orang tua, mertua, teman, kerabat, saudara, teman, tetangga, teman kantor, dan lain-lain. Pernikahan yang emsional tanpa dukungan orang dekat dapat berdampak buruk bagi hubungan di masa mendatang. Yang jelas jika belum mendapat persetujuan, anda harus dapat berbicara dengan baik untuk membela argumentasi anda.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan untuk saat ini pada situs Organisasi.Org ini, kurang lebih mohon maaf dan terima kasih.

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang / Copyright © 2005-2011 Organisasi.Org - Dilarang Mempublikasi Sebagian/Seluruh Isi Situs Ini Tanpa Izin Masing-Masing penulis Artikel

Minggu, 13 Februari 2011

Sosialisasi

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Jenis sosialisasi
Keluarga sebagai perantara sosialisasi primer

Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.

* Sosialisasi primer

Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.

Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

* Sosialisasi sekunder

Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
[sunting] Tipe sosialisasi

Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.

* Formal

Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.

* Informal

Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.

Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. dengan adanya proses soialisasi tersebut, siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak?

Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal, namun hasilnya sangat suluit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus.
[sunting] Pola sosialisasi

Sosiologi dapat dibagi menjadi dua pola: sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris. Sosialisasi represif (repressive socialization) menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other. Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Keluarga menjadi generalized other.
[sunting] Proses sosialisasi
[sunting] Menurut George Herbert Mead

George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut.

* Tahap persiapan (Preparatory Stage)

Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

Contoh: Kata "makan" yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan "mam". Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.

* Tahap meniru (Play Stage)

Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)

* Tahap siap bertindak (Game Stage)

Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

* Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)

Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.
[sunting] Menurut Charles H. Cooley

Cooley lebih menekankan peranan interaksi dalam teorinya. Menurut dia, Konsep Diri (self concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Sesuatu yang kemudian disebut looking-glass self terbentuk melalui tiga tahapan sebagai berikut.

1. Kita membayangkan bagaimana kita di mata orang lain.

Seorang anak merasa dirinya sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi di kelas dan selalu menang di berbagai lomba.

2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita.

Dengan pandangan bahwa si anak adalah anak yang hebat, sang anak membayangkan pandangan orang lain terhadapnya. Ia merasa orang lain selalu memuji dia, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini bisa muncul dari perlakuan orang terhadap dirinya. MIsalnya, gurunya selalu mengikutsertakan dirinya dalam berbagai lomba atau orang tuanya selalu memamerkannya kepada orang lain. Ingatlah bahwa pandangan ini belum tentu benar. Sang anak mungkin merasa dirinya hebat padahal bila dibandingkan dengan orang lain, ia tidak ada apa-apanya. Perasaan hebat ini bisa jadi menurun kalau sang anak memperoleh informasi dari orang lain bahwa ada anak yang lebih hebat dari dia.

3. Bagaimana perasaan kita sebagai akibat dari penilaian tersebut.

Dengan adanya penilaian bahwa sang anak adalah anak yang hebat, timbul perasaan bangga dan penuh percaya diri.

Ketiga tahapan di atas berkaitan erat dengan teori labeling, dimana seseorang akan berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan apa penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak dicap "nakal", maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai "anak nakal" sesuai dengan penilaian orang terhadapnya, walaupun penilaian itu belum tentu kebenarannya.
[sunting] Agen sosialisasi

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang melaksanakan atau melakukan sosialisasi. Ada empat agen sosialisasi yang utama, yaitu keluarga, kelompok bermain, media massa, dan lembaga pendidikan sekolah.

Pesan-pesan yang disampaikan agen sosialisasi berlainan dan tidak selamanya sejalan satu sama lain. Apa yang diajarkan keluarga mungkin saja berbeda dan bisa jadi bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh agen sosialisasi lain. Misalnya, di sekolah anak-anak diajarkan untuk tidak merokok, meminum minman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba), tetapi mereka dengan leluasa mempelajarinya dari teman-teman sebaya atau media massa.

Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.

* Keluarga (kinship)

Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pengasuh bayi (baby sitter). menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.

* Teman pergaulan

Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.

Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.

* Lembaga pendidikan formal (sekolah)

Media massa merupakan salah satu agen sosialisasi yang paling berpengaruh

Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.

* Media massa

Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.

Contoh:

* Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.
* Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
* Gelombang besar pornografi, baik dari internet maupun media cetak atau tv, didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor, kekerasan, ketaklogisan, dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal, penurunan kecerdasan, menghilangnya perhatian/kepekaan sosial, dan dampak buruk lainnya.

* Agen-agen lain

Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.
[sunting] Lihat pula

* Sosiologi
* Manusia
* Masyarakat
* Propaganda

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi"
Kategori: Sosiologi
Peralatan pribadi

* Masuk log / buat akun

Ruang nama

* Halaman
* Pembicaraan

Varian

Tampilan

* Baca
* Sunting
* Versi terdahulu

Tindakan

* ↑

Cari
Cari
Navigasi

* Halaman Utama
* Perubahan terbaru
* Peristiwa terkini
* Halaman sembarang

Komunitas

* Warung Kopi
* Portal komunitas
* Bantuan

Wikipedia

* Tentang Wikipedia
* Pancapilar
* Kebijakan
* Menyumbang

Cetak/ekspor

* Buat buku
* Unduh sebagai PDF
* Versi cetak

Kotak peralatan

* Pranala balik
* Perubahan terkait
* Halaman istimewa
* Pranala permanen
* Kutip halaman ini

Bahasa lain

* Azərbaycanca
* বাংলা
* Català
* Česky
* Deutsch
* Ελληνικά
* English
* Español
* Eesti
* Euskara
* Suomi
* Français
* עברית
* Magyar
* Italiano
* 日本語
* Lietuvių
* Latviešu
* Македонски
* Nederlands
* ‪Norsk (nynorsk)‬
* ‪Norsk (bokmål)‬
* Polski
* Русский
* Slovenčina
* Српски / Srpski
* Svenska
* ไทย
* Türkçe
* Українська
* Tiếng Việt
* 中文

* Halaman ini terakhir diubah pada 05:05, 27 Januari 2011.
* Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi/Berbagi Serupa Creative Commons; ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk lebih jelasnya.

* Kebijakan privasi
* Tentang Wikipedia
* Penyangkalan