Saya Tidak Butuh Materi Tapi Perhatian dan Kasih Sayang
Artikel Kampung - Artikel
Sunday, 06 February 2011 12:09
KM Ceria Lobar: Sebagian orang tua menganggap bahwa kebahagian anak terletak pada kelengkapan materi yang mereka berikan, akan tetapi hal tersebut tidaklah cukup, yang paling mendasar yang di butuhkan oleh anak sebenarnya adalah kasih sayang dan perhatian. Inilah yang selama ini di rasakan oleh Fahrul, orang tuanya salalu menganggap bahwa dengan memberikan materi yang cukup anaknya akan merasa hidup dengan sempurna namun nyatanya tidak.Fahrul adalah seorang anak yang lahir di Desa Kuranji dan terlahir dari pasangan suami istri bernama Ibu Atun dan Bapak Rozaki. Dulu semenjak Fahrul lahir, Fahrul membawa kebahagian tersendiri bagi kedua orang tuanya, dan kehadiranya semakin menambah keharmonisan hubungan orang tuanya, namun seiring waktu berjalan kehidupan ekonomi kedua orang tunya semakin terpuruk, dan mengancam keutuhan keluarganya. Akhirnya Ibu Atun memutuskan untuk mencari nafkah ke Saudi Arabia, sehingga Fahrul kecilpun terpaksa di tinggal ketika masih menyusu, mulanya Bapak Rozaki tidak mengizinkan sang Istri pergi merantau, namun karna keadaan ekonomi keluarga yang semakin memburuk mengakibatkan ia harus merelakan Istrinya pergi. Selama di tinggal sang Ibu, hanya ada Bapak yang selalu mengurusnya, keadaan Fahrul kecilpun semakin memprihatinkan, sebab untuk sementara waktu ia harus tumbuh tanpa kasih sayang ibu, melihat keadaan anaknya Bapak Rozaki merasa begitu sedih, bahkan untuk membelikan susu formula untuk anaknya Bapak Rozaki tidak mampu, dengan berat hati Bapak Bozaki terpaksa memberikan air nasi yang tengah mendidih dengan di dinginkan terlebuh dahulu, sebagai pengganti susu. Setelah 3 bulan di rantauan Ibu Atunpun mengirimkan uang untuk keperluan hidup Suami dan anaknya, dengan uang itu Bapak Rozaki mampu membelikan anaknya susu.Semenjak berumur 2 tahun, prilaku Bapak Rozaki perlahan mulai berubah ia jarang memperhatikan anaknya, sampai akhirnya Fahrul mulai merasakan perlakuan kasar dari Bapaknya, ia kerap kali di pukul dan di bentak-bentak, Fahrul hanya bisa menangis. Jika Fahrul mampu melawan mungkin sudah ia lakukan namun apa daya tubuh mungilnya tidak mampu menahan pukulan yang bertubi - tubi dari Bapaknya, karena mendapatkan perlakuan yang kurang sempurna dari kedua orang tuanya Fahrulpun tumbuh menjadi seorang anak yang bisa di katakan melikiki prilaku aneh, jarang berbicara, tidak mau bergaul dengan teman sebayanya, sering menangis dan berteriak tiba-tiba, yang dia lakukan hanyalah membolak-balik gelas plastik yang berisi air, gelas plastik itupun selalu ia bawa kemana-mana.Ketika menginjak usia sekolah sang Ibu akhirnya pulang dari rantauan, semenjak itu keadaan keluarganyapun semakin membaik dan kelakuan Fahrul yang aneh perlahan-lahan berubah, ia terlihat begitu senang, sebab ia mendapatkan kembali perhatian dan kasih sayang Ibunya yang dulu sempat hilang darinya, semenjak Ibunya kembali lagi bersamanya Fahrul menjadi semakin terurus, ia selalu memakai baju bersih tiap hari, rajin mandi, bahkan Fahrul sudah mulai bersekolah, Bapak Rozaki juga merasakan hal yang sama dengan anaknya kelakuaknya yang kasar pada Fahrul mulai berubah dan ia terlihat bahagia. Namun kesenangan yang di rasakan Fahrul dan Bapaknya kala itu hanya sementara, Ibunya memutuskan kembali lagi ke Saudi Arabia dengan alasan majikannya masih membutuhkan jasanya, Bapak Rozaki tidak mampu berkata-kata melihat istrinya meninggalkanya untuk ke dua kalinya, sebab jika ia melarang istrinya pergi belum tentu ia mampu menghidupi anak dan istrinya, dengan hanya mengandalkan pendapatannya sebagai nelayan. Melihat Ibunya pergi Fahrul begitu merasa sangat sedih, terlihat dari raut wajah yang di perlihatkanya, ia selalu murung, dan Fahrul kembali lagi ke prilakunya terdahulu, yang pendiam dan enggan bergaul, bahkan ia tidak mau bersekolah lagi.Karna tak tahan menahan kerinduan pada Istrinya akhirnya Bapak Rozaki memutuskan untuk pergi menyusul Istrinya ke Saudi Arabia, dan Fahrul di tinggal begitu saja bersama Bibinya, penderitaan Fahrul tidak berhenti sampai di situ, beberapa bulan setelah kepergian Bapaknya, terdengar kabar bahwa Bapaknnya menikah lagi dengan seorang wanita asal Lombok Timur yang juga bekerja sebagai TKI di Saudi Arabia. Sungguh malang nian nasib Fahrul kecil, belum sembuh luka di hatinya akibat di tingggal orang tuanya kini ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia memiliki Ibu Tiri, penderitaan seolah-olah tak ingin meninggalkannya, beruntung di tengah kehausan dan kerinduannya akan kasih sayang orang tua, hadir sesosok Bibi yang selalu setia merawatnya dengan segala kekurangan yang di milikinya dan sikap aneh yang dilakukannya.Mungkin jika ia punya keberanian, ia akan menuntut kasih sayang dan perhatian yang selama ini hampir tidak di berikan oleh kedua orang tuanya, dan jika mampu memilih Fahrul mungkin tidak ingin terlahir di tengah kondisi keluarga seperti ini, namun takdir tetap berjalan dan ia tak mampu mengelak lagi, Fahrul hanya mampu berharap bahwa kasih sayang orang tuanya akan kembali lagi padanya, walaupun di haatinya timbul keraguan, akankah orangtuanya memperhatikan dan memikirkannya di sana..? (SUHARTINI)
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
Alamat Jln Langko No. 49 Mataram - 83125
Telp : (0370) 637484 Fax : (0370) 631778
www.dishubkominfo.ntbprov.go.id
Pengelola Komunitas Kampung Media NTB
Jln.Langko No.49 Mataram, (0370)633735
E-mail : kampung.media@yahoo.co.id
www.kampung-media.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar