ingin mencari Jodoh?

Cari Jodoh & Pasangan

id.88db.com › Kencan & Persahabatan
Kencan & Persahabatan - Cari Pacar & Cewek : Mencari Pacar - Butuh Cewek & Cowok | 88DB Indonesia.

Kamis, 24 Februari 2011

4 Karakteristik Keluarga

4 Karakteristik Keluarga
oleh: LAODESYAMRI

* Summary rating: 5 stars (10 Tinjauan)
* Kunjungan : 98
* kata:900
*

More About : 4 karakteristik keluarga

Untuk mendapat memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus
memahami tentang karakteristik atau ciri khas keluarga, yaitu sebagai berikut :
? hubungan berpasangan dua jenis;
? diikat melalui perkawinan, atau bentuk ikatan lain yang mengokohkan hubungan
tersebut;
? pengakuan akan keturunan;
? kehidupan ekonomi yang diselenggarakan dan dinikmati bersama, serta
? kehidupan berumah tangga.
Sebuah keluarga memang harus dibentuk dari hubungan dua jenis, yaitu pria dan
wanita yang memiliki desire for response itu. Keduanya bersatu dalam keluarga karena
diikat oleh suatu perjanjian atau perkawinan. Memang dapat saja sebuah keluarga
dibentuk tanpa melalui perkawinan, misalnya keluarga hasil kumpul kebo (tanpa ikatan
perkawinan), namun masyarakat tidak akan menghormatinya malahan menjauhinya.
Pada umumnya dalam keluarga itu ada anak atau keturunan yang diakui secara
sah, baik berupa anak kandung sendiri maupun anak angkat. Dalam sebuah keluarga,
- 44 -
kehidupan ekonomi mereka menjadi bersama. Si pria akan mencari nafkah, bukan untuk
dirinya sendiri, tapi untuk hidup bersama seluruh anggota keluarganya. Mereka hidup
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Si pria berkedudukan sebagai suami dan ayah,
sedangkan si wanita berkedudukan dan berperan sebagai isteri atau ibu. Anak-anak pun
meiliki kedudukan dan perannya masing-masing.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu :
? dalam arti yang sempit : keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batih (nuclear family).
? Dalam arti yang luas: keluarga dalam ini meliputi semua pihak yang ada hubungan
darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, tetapi juga
meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dan keponakan. Keluarga dalam arti ini bisa
disebut keluarga besar, atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Bossard dan Boll mengemukakan adanya dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan
anak, yaitu :
? keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation).
? keluarga orientasi (family of orientation).
Keluarga biologis adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah
dengan anak. Keluarga ini terdiri atas ayah, ibu dan anak kandung. Hubungan dalam
keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak
mungkin dapat dihapus.
Keluarga orientasi adalah keluarga yang menjadi tempat bagi anak untuk
memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di
dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut.
Karena dalam interaksi dan saling pengaruh ini banyak terdapat faktor psikologis, maka
keluarga dalam arti ini dapat pula disebut sebagai keluarga psikologis. Berbeda dengan
keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus
atau berubah daru waktu ke waktu.
Pada umumnya sebuah keluarga biologis bagi anak sekaligus pula menjadi
keluarga orientasi yakni jika anak itu dibesarkan dan dididik langsung oleh ayah dan ibu
kandungnya. Tetapi kadangkala keluarga biologis anak berbeda dengan keluarga
orientasinya, misalnya bila seorang anak dibesarkan dan dididik oleh neneknya,
pamannya, bibinya, atau menjadi anak angkat sebuah keluarga.
- 45 -
Dilihat dari lengkap tidaknya anggota keluarga itu, maka keluarga dapat dibagi
dua macam, yaitu keluarga lengkap dan keluarga tidak lengkap. Keluarga lengkap
adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Sedangkan keluarga
tidak lengkap adalah yang salah satu anggota intinya tidak ada, misalnya tidak ada
ayahnya atau tidak ada ibunya. Walaupun terdapat orang lain seperti nenek, kakek,
paman, dan bibi, jika keluarga itu tidak ada ayah atau ibunya, tetap disebut keluarga
tidak lengkap.
Keluarga tidak lengkap (karena salah satu anggota inti meninggal atau bercerai)
disebut juga keluarga pecah atau broken home. Ada pula yang disebut keluarga pecah
semua atau quasi broken home, yaitu keluarga yang anggota intinya sebenarnya utuh
atau lengkap, tetapi tidak dirasakan atau dihayati secara lengkap oleh anggotanya.
Misalnya, sebuah keluarga yang ayah atau ibunya tidak memberikan perhatian
sepenuhnya kepada anak-anaknya.
Diterbitkan di: Januari 07, 2011 Diperbarui: Januari 07, 2011
Mohon Ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

More About : 4 karakteristik keluarga
Creative Commons Attribution 3.0 License
Use this Summary
Karakteristik Keluarga

Ringkasan oleh:LAODESYAMRI

Karakteristik Keluarga Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2097428-karakteristik-keluarga/

Copy to Clipboard

* Kutipan

* Menurut Para Ahli,
* Defenisi Masyarakat,
* Pengertian Masyarakat,
* Defenisi Pranata Sosial,
* Karakteristik Keluarga

Buat kutipan untuk Ringkasan ini CustomValidator
Related Videos

*
*


Tutup
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak
Share
New on Shvoong!
News updates by Shvoong writers

* Other Tulis

Orang yang membaca Ringkasan ini juga membaca:

* Kode Da Vinci
* Harry Potter dan Batu Bertuah
* Asal Usul
* Kembangkan kecerdasan spiritual anda
* Air Putih dan kesehatan
* Tingkatan Skill Seorang Hacker
* Mari berantas Flu Burung

Ringkasan lain oleh LAODESYAMRI

* Riba Menurut Al-Qur'an
* Dampak Sex Bebas Bagi Remaja
* Nikmatnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Bersa...
* Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Re...
* Badan Kepegawaian Daerah Konawe Diminta Tr...
* Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN...


Karakteristik Keluarga
oleh: LAODESYAMRI

* Summary rating: 5 stars (10 Tinjauan)
* Kunjungan : 98
* kata:900
*


Untuk mendapat memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus
memahami tentang karakteristik atau ciri khas keluarga, yaitu sebagai berikut :
? hubungan berpasangan dua jenis;
? diikat melalui perkawinan, atau bentuk ikatan lain yang mengokohkan hubungan
tersebut;
? pengakuan akan keturunan;
? kehidupan ekonomi yang diselenggarakan dan dinikmati bersama, serta
? kehidupan berumah tangga.
Sebuah keluarga memang harus dibentuk dari hubungan dua jenis, yaitu pria dan
wanita yang memiliki desire for response itu. Keduanya bersatu dalam keluarga karena
diikat oleh suatu perjanjian atau perkawinan. Memang dapat saja sebuah keluarga
dibentuk tanpa melalui perkawinan, misalnya keluarga hasil kumpul kebo (tanpa ikatan
perkawinan), namun masyarakat tidak akan menghormatinya malahan menjauhinya.
Pada umumnya dalam keluarga itu ada anak atau keturunan yang diakui secara
sah, baik berupa anak kandung sendiri maupun anak angkat. Dalam sebuah keluarga,
- 44 -
kehidupan ekonomi mereka menjadi bersama. Si pria akan mencari nafkah, bukan untuk
dirinya sendiri, tapi untuk hidup bersama seluruh anggota keluarganya. Mereka hidup
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Si pria berkedudukan sebagai suami dan ayah,
sedangkan si wanita berkedudukan dan berperan sebagai isteri atau ibu. Anak-anak pun
meiliki kedudukan dan perannya masing-masing.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu :
? dalam arti yang sempit : keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batih (nuclear family).
? Dalam arti yang luas: keluarga dalam ini meliputi semua pihak yang ada hubungan
darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, tetapi juga
meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dan keponakan. Keluarga dalam arti ini bisa
disebut keluarga besar, atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Bossard dan Boll mengemukakan adanya dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan
anak, yaitu :
? keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation).
? keluarga orientasi (family of orientation).
Keluarga biologis adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah
dengan anak. Keluarga ini terdiri atas ayah, ibu dan anak kandung. Hubungan dalam
keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak
mungkin dapat dihapus.
Keluarga orientasi adalah keluarga yang menjadi tempat bagi anak untuk
memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di
dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut.
Karena dalam interaksi dan saling pengaruh ini banyak terdapat faktor psikologis, maka
keluarga dalam arti ini dapat pula disebut sebagai keluarga psikologis. Berbeda dengan
keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus
atau berubah daru waktu ke waktu.
Pada umumnya sebuah keluarga biologis bagi anak sekaligus pula menjadi
keluarga orientasi yakni jika anak itu dibesarkan dan dididik langsung oleh ayah dan ibu
kandungnya. Tetapi kadangkala keluarga biologis anak berbeda dengan keluarga
orientasinya, misalnya bila seorang anak dibesarkan dan dididik oleh neneknya,
pamannya, bibinya, atau menjadi anak angkat sebuah keluarga.
- 45 -
Dilihat dari lengkap tidaknya anggota keluarga itu, maka keluarga dapat dibagi
dua macam, yaitu keluarga lengkap dan keluarga tidak lengkap. Keluarga lengkap
adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Sedangkan keluarga
tidak lengkap adalah yang salah satu anggota intinya tidak ada, misalnya tidak ada
ayahnya atau tidak ada ibunya. Walaupun terdapat orang lain seperti nenek, kakek,
paman, dan bibi, jika keluarga itu tidak ada ayah atau ibunya, tetap disebut keluarga
tidak lengkap.
Keluarga tidak lengkap (karena salah satu anggota inti meninggal atau bercerai)
disebut juga keluarga pecah atau broken home. Ada pula yang disebut keluarga pecah
semua atau quasi broken home, yaitu keluarga yang anggota intinya sebenarnya utuh
atau lengkap, tetapi tidak dirasakan atau dihayati secara lengkap oleh anggotanya.
Misalnya, sebuah keluarga yang ayah atau ibunya tidak memberikan perhatian
sepenuhnya kepada anak-anaknya.
Diterbitkan di: Januari 07, 2011 Diperbarui: Januari 07, 2011
Mohon Ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

Creative Commons Attribution 3.0 License
Use this Summary
Karakteristik Keluarga

Ringkasan oleh:LAODESYAMRI

Karakteristik Keluarga Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2097428-karakteristik-keluarga/

Copy to Clipboard

* Kutipan

* Menurut Para Ahli,
* Defenisi Masyarakat,
* Pengertian Masyarakat,
* Defenisi Pranata Sosial,
* Karakteristik Keluarga

Buat kutipan untuk Ringkasan ini CustomValidator
Related Videos

*
*


Tutup
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak
Share
New on Shvoong!
News updates by Shvoong writers

* Other Tulis

Orang yang membaca Ringkasan ini juga membaca:

* Kode Da Vinci
* Harry Potter dan Batu Bertuah
* Asal Usul
* Kembangkan kecerdasan spiritual anda
* Air Putih dan kesehatan
* Tingkatan Skill Seorang Hacker
* Mari berantas Flu Burung

Ringkasan lain oleh LAODESYAMRI

* Riba Menurut Al-Qur'an
* Dampak Sex Bebas Bagi Remaja
* Nikmatnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Bersa...
* Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Re...
* Badan Kepegawaian Daerah Konawe Diminta Tr...
* Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN...

Untuk mendapat memahami lebih lanjut tentang keluarga maka kita harus
memahami tentang karakteristik atau ciri khas keluarga, yaitu sebagai berikut :
? hubungan berpasangan dua jenis;
? diikat melalui perkawinan, atau bentuk ikatan lain yang mengokohkan hubungan
tersebut;
? pengakuan akan keturunan;
? kehidupan ekonomi yang diselenggarakan dan dinikmati bersama, serta
? kehidupan berumah tangga.
Sebuah keluarga memang harus dibentuk dari hubungan dua jenis, yaitu pria dan
wanita yang memiliki desire for response itu. Keduanya bersatu dalam keluarga karena
diikat oleh suatu perjanjian atau perkawinan. Memang dapat saja sebuah keluarga
dibentuk tanpa melalui perkawinan, misalnya keluarga hasil kumpul kebo (tanpa ikatan
perkawinan), namun masyarakat tidak akan menghormatinya malahan menjauhinya.
Pada umumnya dalam keluarga itu ada anak atau keturunan yang diakui secara
sah, baik berupa anak kandung sendiri maupun anak angkat. Dalam sebuah keluarga,
- 44 -
kehidupan ekonomi mereka menjadi bersama. Si pria akan mencari nafkah, bukan untuk
dirinya sendiri, tapi untuk hidup bersama seluruh anggota keluarganya. Mereka hidup
dalam sebuah kehidupan rumah tangga. Si pria berkedudukan sebagai suami dan ayah,
sedangkan si wanita berkedudukan dan berperan sebagai isteri atau ibu. Anak-anak pun
meiliki kedudukan dan perannya masing-masing.
Menurut pandangan sosiologis, keluarga dapat diartikan dua macam, yaitu :
? dalam arti yang sempit : keluarga dalam arti ini hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak.
Keluarga semacam ini disebut keluarga inti atau keluarga batih (nuclear family).
? Dalam arti yang luas: keluarga dalam ini meliputi semua pihak yang ada hubungan
darah atau keturunan. Jadi, bukan hanya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, tetapi juga
meliputi kakek, nenek, paman, bibi, dan keponakan. Keluarga dalam arti ini bisa
disebut keluarga besar, atau keluarga luas (extended family), klan ataupun marga.
Bossard dan Boll mengemukakan adanya dua jenis keluarga, dilihat dari hubungan
anak, yaitu :
? keluarga kandung atau keluarga biologis (family of procreation).
? keluarga orientasi (family of orientation).
Keluarga biologis adalah sebuah keluarga yang mempunyai hubungan darah
dengan anak. Keluarga ini terdiri atas ayah, ibu dan anak kandung. Hubungan dalam
keluarga biologis akan berlangsung terus. Hubungan darah antara anak-ayah-ibu tak
mungkin dapat dihapus.
Keluarga orientasi adalah keluarga yang menjadi tempat bagi anak untuk
memperoleh perlindungan, pendidikan, tempat mengarahkan diri atau berorientasi. Di
dalam keluarga orientasi ini terjadi interaksi antara anggota-anggota keluarga tersebut.
Karena dalam interaksi dan saling pengaruh ini banyak terdapat faktor psikologis, maka
keluarga dalam arti ini dapat pula disebut sebagai keluarga psikologis. Berbeda dengan
keluarga biologis, maka dalam keluarga orientasi hubungan yang terjadi dapat terputus
atau berubah daru waktu ke waktu.
Pada umumnya sebuah keluarga biologis bagi anak sekaligus pula menjadi
keluarga orientasi yakni jika anak itu dibesarkan dan dididik langsung oleh ayah dan ibu
kandungnya. Tetapi kadangkala keluarga biologis anak berbeda dengan keluarga
orientasinya, misalnya bila seorang anak dibesarkan dan dididik oleh neneknya,
pamannya, bibinya, atau menjadi anak angkat sebuah keluarga.
- 45 -
Dilihat dari lengkap tidaknya anggota keluarga itu, maka keluarga dapat dibagi
dua macam, yaitu keluarga lengkap dan keluarga tidak lengkap. Keluarga lengkap
adalah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak. Sedangkan keluarga
tidak lengkap adalah yang salah satu anggota intinya tidak ada, misalnya tidak ada
ayahnya atau tidak ada ibunya. Walaupun terdapat orang lain seperti nenek, kakek,
paman, dan bibi, jika keluarga itu tidak ada ayah atau ibunya, tetap disebut keluarga
tidak lengkap.
Keluarga tidak lengkap (karena salah satu anggota inti meninggal atau bercerai)
disebut juga keluarga pecah atau broken home. Ada pula yang disebut keluarga pecah
semua atau quasi broken home, yaitu keluarga yang anggota intinya sebenarnya utuh
atau lengkap, tetapi tidak dirasakan atau dihayati secara lengkap oleh anggotanya.
Misalnya, sebuah keluarga yang ayah atau ibunya tidak memberikan perhatian
sepenuhnya kepada anak-anaknya.
Diterbitkan di: Januari 07, 2011 Diperbarui: Januari 07, 2011
Mohon Ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Nilai : 1 2 3 4 5

Terima kasih atas penilaian anda

Creative Commons Attribution 3.0 License
Use this Summary
Karakteristik Keluarga

Ringkasan oleh:LAODESYAMRI

Karakteristik Keluarga Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2097428-karakteristik-keluarga/

Copy to Clipboard

* Kutipan

* Menurut Para Ahli,
* Defenisi Masyarakat,
* Pengertian Masyarakat,
* Defenisi Pranata Sosial,
* Karakteristik Keluarga

Buat kutipan untuk Ringkasan ini CustomValidator
Related Videos

*
*


Tutup
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak
Share
New on Shvoong!
News updates by Shvoong writers

* Other Tulis

Orang yang membaca Ringkasan ini juga membaca:

* Kode Da Vinci
* Harry Potter dan Batu Bertuah
* Asal Usul
* Kembangkan kecerdasan spiritual anda
* Air Putih dan kesehatan
* Tingkatan Skill Seorang Hacker
* Mari berantas Flu Burung

Ringkasan lain oleh LAODESYAMRI

* Riba Menurut Al-Qur'an
* Dampak Sex Bebas Bagi Remaja
* Nikmatnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Bersa...
* Boediono Minta Masyarakat Tenang Hadapi Re...
* Badan Kepegawaian Daerah Konawe Diminta Tr...
* Perhitungan HARGA POKOK PRODUKSI PERSATUAN...


Lebih lanjut tentang: Karakteristik Keluarga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar