Jum'at, 22 Juli 2011 - 11:29 wib
Judul Buku:The 7-40 Journey:7 Prinsip yang Akan Mengubah Kehidupan anda dalam 40 hari
Penulis: Dr. Jimmy B. Oentoro
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Jakarta
Tahun: 1, Maret 2011
Tebal: 223 halaman
Harga: Rp47.500
Puncak kebahagiaan manusia adalah saat di mana seseorang dapat melewati masa-masa kesulitannya. Dan, dapat memberi warna kepada orang lain. Disitulah seseorang akan menemukan kehidupan yang penuh makna. Begitu banyak ujian dan cobaan ketika seseorang hendak mengejar sebuah kesuksesan. Oleh sebab itu, penting kiranya bagi seseorang untuk berpegang teguh pada prinsip hidup yang diyakininya. Supaya, setiap gelombang kehidupan yang menghampiri dapat dipatahkan. Prinsip hidup merupakan modal awal bagi seseorang untuk menuju kesuksesan. Dan, prinsip hidup juga merupakan sebuah cerminan keseriusan bagi seseorang dalam menggapai tujuan yang ingin dicapainya. Sudahkah, kita berpegang teguh pada prinsip hidup yang kita yakini?
Setiap manusia terlahir di dunia sudah dibekali dengan berbagai potensi. Manusia tinggal mengembang saja. Sesungguhnya, banyak orang gagal bukan karena ia tidak mampu mengerjakan sesuatu tetapi karena memang ia tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas dalam hidupnya. Seseorang mudah terombang-terombang-ambing dalam jiwa ketidaksadaran.
Jimmy B Oentoro memberikan wejangan lewat buku bertajuk “7-40 Journey” kepada kita. Buku ini, mengajak kepada kita mengadakan perjalanan dan perenungan tentang kehidupan yang akan membawa diri kita menuju kehidupan yang penuh makna dalam tempo singkat yakni 40 hari. Ada 7 prinsip unggulan yang hendak ia perkenalkan yaitu. Pertama, Siapa yang anda cari. Sebuah prinsip keunggulan untuk mengenali nilai-nilai kekuatan orang-orang di sekitar anda. Kedua, seseorang memanggilmu. Sebuah prinsip keunggulan yang ada pada arti sebuah nama.
Ketiga, Hidup dengan tujuan kuasa. Sebuah prinsip untuk mengenali kuasa impian kita. Keempat, raihlah kemenangan. Sebuah prinsip keunggulan untuk mengenali langkah-langkah kepercayaan diri menuju kemenangan. Kelima, tebarkan jalanmu ke dunia usaha. Sebuah prinsip untuk mengenali nilai-nilai pekerjaan yang kita kerjakan. Keenam, sarapan bagi bersama sang Maestro. Sebuah prinsip keunggulan untuk mengenali nilai kehidupan bathiniah. Dengan sarapan pagi bersama maestro, erat kaitannya dengan kesuksesan. Ketujuh, Cinta yang penuh risiko. Sebuah prinsip keunggulan untuk mengenali nilai kekuatan cinta yang abadi.(hlm 5) Dan, ketujuh prinsip tersebut adalah prinsip-prinsip unggulan yang telah mengubah banyak orang di seluruh dunia. Bahkan, telah mengubah keadaan dunia ini.
Menurut Djimy, perjalanan hidup di dunia ini indah kalau kita tahu tujuan hidup kita. Beruntung, apabila prinsip hidup yang kita yakini benar. Sudahkah, kita menata hidup untuk menuju kehidupan yang penuh makna? Apa yang disampaikan penulis buku ini, bukan berupa konsep yang rumit melainkan berupa hal-hal praktis. Pada setiap babnya, selalu dibarengi dengan cerita-cerita inspiratif yang berasal dari pengalamannya. Dan, disisipi pula kutipan-kutipan dari orang-orang terkenal yang tak asing kita dengar. Sehingga membuat pembaca tidak akan bosan membaca buku ini.
Ada hal yang menarik yang ditunjukan oleh Djimy Oentoro dalam buku ini yakni, terkait penggunaan angka 40. Ada apa dibalik angka empat puluh? Dan, kenapa penulis, menggunakan angka 40 tidak menggunakan angka semisal 45 atau 50. Menurutnya, “angka 40 melambangkan waktu yang cukup untuk dilahirkan kembali atau memulai sesuatu yang baru”. (Hal 25) Setiap kelahiran baru identik dengan sebuah perubahan. Karena, perubahan selalu membawa diri kita mengerti mengenai hakikat makna hidup.
Berulang kali mengalami kegalan bukan berarti kemudian berputus asa dan meratapi keggalan secara terus-menerus. Spirit kebangkitan harus di pancarkan. Merubah diri, dengan cara mengevaluasi kesalahan-kesalaan yang pernah di lakukan membuat hidup kita semakin lebih baik. Tatalah kembali prinsip hidup yang di yakini dan kuatkanlah dari gelombang kehidupan kelak Anda tidak akan mudah goyah saat mengejar tujuan hidup.
Bagi seseorang yang merindukan kesuksesan amat merugi bila mengesampingkan buku ini. Penjelasannya runut dan penuh inspirasi. Dan, layakalah buku ini untuk dipublikasikan ke publik.
Presensi adalah Ahmad Faozan, Sekjen Himasakti (Himpunan Mahasiswa Alumni Santri Keluarga Tebuireng), Yogyakarta.
Riwayat singkat:
Penulis juga sering menulis di berbagai media baik cetak maupun elektronik.
Dan, beberapa tulisannya baik opini maupun resensi sudah di muat di berbagai media koran, seperti; Seputar Indonesia, Suara Merdeka, Harian Jogja dan Koran Jakarta. Selain itu, penulis juga merupakan Penggiat komunitas Renainsant Insitute dan anggota komunitas Resensor Se Yogyakarta.
Share
© 2007 - 2011 okezone.com, All Rights Reserved
Halaman
ingin mencari Jodoh?
Cari Jodoh & Pasangan
id.88db.com › Kencan & Persahabatan
Anda memberi ini +1 secara publik. Urungkan
Kencan & Persahabatan - Cari Pacar & Cewek : Mencari Pacar - Butuh Cewek & Cowok | 88DB Indonesia.Minggu, 14 Agustus 2011
Selasa, 02 Agustus 2011
The Allegory of Love
From Wikipedia, the free encyclopedia
The Allegory of Love: A Study in Medieval Tradition (1936), by C. S. Lewis (ISBN 0192812203), is an influential exploration of the allegorical treatment of love in the Middle Ages and the Renaissance.
In the first chapter, Lewis traces the development of the idea of courtly love from the Provençal troubadours to its full development in the works of Chrétien de Troyes. It is here that he sets forth a famous characterization of "the peculiar form which it [courtly love] first took; the four marks of Humility, Courtesy, Adultery, and the Religion of Love"—the last two of which "marks" have, in particular, been the subject of a good deal of controversy among later scholars. In the second chapter, Lewis discusses the medieval evolution of the allegorical tradition in such writers as Bernard Silvestris and Alain de Lille.
The remaining chapters, drawing on the points made in the first two, examine the use of allegory in the depiction of love in a selection of poetic works, beginning with the Roman de la Rose. The focus, however, is on English works: the poems of Chaucer, Gower's Confessio Amantis and Usk's Testament of Love, the works of Chaucer's epigones, and Spenser's Faerie Queene.
The book is ornamented with quotations from poems in many languages, including Classical and Medieval Latin, Middle English, and Old French. The piquant English translations of many of these are Lewis's own work.
This page was last modified on 1 June 2011 at 22:41.
Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License; additional terms may apply. See Terms of use for details.
Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization.
Contact us
The Allegory of Love: A Study in Medieval Tradition (1936), by C. S. Lewis (ISBN 0192812203), is an influential exploration of the allegorical treatment of love in the Middle Ages and the Renaissance.
In the first chapter, Lewis traces the development of the idea of courtly love from the Provençal troubadours to its full development in the works of Chrétien de Troyes. It is here that he sets forth a famous characterization of "the peculiar form which it [courtly love] first took; the four marks of Humility, Courtesy, Adultery, and the Religion of Love"—the last two of which "marks" have, in particular, been the subject of a good deal of controversy among later scholars. In the second chapter, Lewis discusses the medieval evolution of the allegorical tradition in such writers as Bernard Silvestris and Alain de Lille.
The remaining chapters, drawing on the points made in the first two, examine the use of allegory in the depiction of love in a selection of poetic works, beginning with the Roman de la Rose. The focus, however, is on English works: the poems of Chaucer, Gower's Confessio Amantis and Usk's Testament of Love, the works of Chaucer's epigones, and Spenser's Faerie Queene.
The book is ornamented with quotations from poems in many languages, including Classical and Medieval Latin, Middle English, and Old French. The piquant English translations of many of these are Lewis's own work.
This page was last modified on 1 June 2011 at 22:41.
Text is available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License; additional terms may apply. See Terms of use for details.
Wikipedia® is a registered trademark of the Wikimedia Foundation, Inc., a non-profit organization.
Contact us
Langganan:
Komentar (Atom)