ingin mencari Jodoh?

Cari Jodoh & Pasangan

id.88db.com › Kencan & Persahabatan
Kencan & Persahabatan - Cari Pacar & Cewek : Mencari Pacar - Butuh Cewek & Cowok | 88DB Indonesia.

Minggu, 19 Juni 2011

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial
oleh: sulandra_amen_sambas Pengarang : Vina Dwi Laning

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial
Pengelompokan masyarakat berdasarkan perbedaannya dalam
diferensiasi sosial sangat beragam. Oleh karenanya, para ahli sosial
mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam bentuk diferensiasi
guna memudahkan dalam mempelajarinya. Bentuk-bentuk tersebut
antara lain, diferensiasi ras, agama, etnis, profesi, jenis kelamin, dan
asal daerah.

b. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari
golongan-golongan sosial lainnya, karena mempunyai ciri-ciri
yang paling mendasar dan umum yang berkaitan dengan asal usul,
tempat asal, serta kebudayaannya. Ciri-ciri yang paling mendasar
tersebut, antara lain kesamaan dalam hal ciri fisik, bahasa daerah,
kesenian, dan adat istiadat.
Bagaimana dengan Indonesia? Secara garis besar suku bangsa
masyarakat Indonesia diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Suku masyarakat Pulau Sumatra antara lain Aceh,
Batak, Minangkabau, Bengkulu, Jambi, Palembang,
Melayu, dan sebagainya.
2) Suku masyarakat Pulau Jawa antara lain Sunda,
Jawa, Tengger, dan sebagainya.
3) Suku masyarakat Pulau Kalimantan antara lain
Dayak, Banjar, dan sebagainya.
4) Suku masyarakat Pulau Sulawesi antara lain Bugis,
Makassar, Toraja, Minahasa, Toli-Toli, Bolang-
Mongondow, dan Gorontalo.
5) Suku masyarakat di Kepulauan Nusa Tenggara
antara lain Bali, Bima, Lombok, Flores, Timur, dan
Rote.
6) Suku masyarakat di Kepulauan Maluku dan Irian
antara lain Ternate, Tidore, Dani, dan Asmat.
Dari keterangan-keterangan di atas terlihat betapa banyaknya
suku bangsa yang dimiliki oleh Indonesia. Uniknya di antara suku
bangsa yang beragam, setiap suku bangsa di Indonesia memiliki
dasar persamaan. Seperti persamaan kehidupan sosialnya yang
berdasarkan atas asas kekeluargaan, asas-asas yang sama atas hak
milik atas tanah, asas-asas yang sama dalam bentuk persekutuan
masyarakat, dan asas-asas persamaan dalam hukum adat.
c. Diferensiasi Clan
Klan (clan) adalah suatu kesatuan atau kelompok kekerabatan
yang didasarkan atas hubungan keturunan atau hubungan darah
(genealogis) yang terdapat dalam masyarakat.
Sedangkan kekerabatan merupakan kesatuan sosial yang
orang-orangnya atau anggota-anggotanya mempunyai hubungan
keturunan atau hubungan darah. Seseorang dapat kita anggap
sebagai kerabat kita, jika orang tersebut mempunyai hubungan
darah atau seketurunan dengan kita, walaupun kita tidak pernah
saling bertemu dengan orang tersebut.
Dalam sistem kekerabatan dikenal dua hubungan kekerabatan,
yaitu patrilineal dan matrilineal. Dalam klan patrilineal, saudara
perempuan ayah dan saudara laki-laki ayah termasuk dalam satu
klan. Sedangkan anak dari saudara perempuan ego tidak termasuk
anggota klan. Masyarakat yang menganut sistem patrilineal antara
lain Batak, Mentawai, dan Gayo.
Sementara dalam klan matrilineal, saudara laki-laki ibu,
saudara perempuan ibu, saudara laki-laki ego, dan saudara
perempuan ego termasuk anggota satu klan. Tetapi anak dari
saudara laki-laki ibu dan anak dari saudara laki-laki ego tidak
termasuk anggota satu klan. Masyarakat yang menganut sistem
matrilineal antara lain Minangkabau dan Enggano.

d. Diferensiasi Agama
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan agama? Agama
merupakan masalah esensial bagi kehidupan manusia. Hal ini
dikarenakan menyangkut keyakinan seseorang yang dianggap
benar. Keyakinan terhadap agama mengikat pemeluknya secara
moral. Keyakinan itu membentuk golongan masyarakat moral atau yang disebut umat. Menurut Durkheim, agama adalah suatu
sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang
berhubungan dengan hal-hal suci.
Diferensiasi agama merupakan penggolongan masyarakat
berdasarkan agama atau kepercayaan. Di Indonesia dikenal agama
Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Selain itu,
berkembang pula agama atau kepercayaan lain seperti Konghucu,
aliran kepercayaan, dan kepercayaan-kepercayaan lainnya.
Penggolongan tersebut bersifat horizontal dan bukan berdasarkan
tingkatan atau pelapisan sehingga dalam diferensiasi sosial agama
tidak ada status yang lebih tinggi atau rendah karena pada dasarnya
setiap agama memiliki status yang sama.
Secara umum setiap agama mempunyai komponen-komponen
yang selalu ada. Komponen-komponen tersebut antara lain emosi
keagamaan, sistem keyakinan, upacara keagamaan, tempat ibadah
dan umat.
1) Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang
mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur
percaya.
2) Sistem keyakinan, yaitu bentuk pikiran atau gagasan manusia
seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib,
kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang,
dewa-dewa dan sebagainya.
3) Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada
Tuhan, dewa-dewa, dan roh nenek moyang.
4) Tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, wihara,
kuil, dan kelenteng.
5) Umat, yaitu anggota salah satu agama yang
merupakan kesatuan sosial.

e. Diferensiasi Profesi (Pekerjaan)
Profesi atau pekerjaan adalah suatu kegiatan yang
dilakukan manusia sebagai sumber penghasilan atau
mata pencahariannya. Dalam masyarakat sosial
profesi merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan
suatu keterampilan khusus. Misalnya, profesi guru
memerlukan keterampilan khusus seperti, pandai
berbicara, suka membimbing, sabar, dan sebagainya.
Di masyarakat terdapat berbagai macam profesi yang
dimiliki anggota masyarakat. Hal ini dikarenakan pengaruh industrialisasi dan modernisasi, serta kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Diferensiasi profesi merupakan
penggolongan anggota masyarakat berdasarkan jenis pekerjaan
yang dimiliki. Berdasarkan penggolongan inilah kita mengenal
kelompok masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang,
buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya.
Perbedaan profesi biasanya akan membawa pengaruh terhadap
perilaku sosial seseorang di lingkungannya. Contoh, perilaku
seorang dokter tentunya berbeda dengan perilaku seorang tukang
becak ketika keduanya melakukan pekerjaan.

f. Diferensiasi Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang
berdasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan
biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ
reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar
itulah, terdapat kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan
kelompok masyarakat perempuan atau wanita.
Pada dasarnya kedudukan laki-laki dan perempuan sama,
karena mempunyai kesempatan, status, dan peran sosial yang
sama. Namun, di beberapa daerah tertentu status laki-laki
dianggap lebih tinggi daripada perempuan atau sebaliknya. Hal
ini dikarenakan adanya perbedaan fisik dan sosialisasi nilai dan
norma yang membedakan mereka. Akan tetapi, perbedaan tersebut
bersifat horizontal bukan pada tingkatan-tingkatan dalam
masyarakat.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2141130-bentuk-bentuk-diferensiasi-sosial/#ixzz1PmqfhgAf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar